RSS

Arsip Kategori: WISATA LAMPUNG

Kategori ini berisi informasi mengenai Tempat Wisata Menawan di Lampung, Tempat Wisata Paling Menawan di Lampung, dan Daftar Tempat Wisata Paling Menawan di Provinsi Lampung.

Bukit Pangonan Pringsewu yang Menawan

bukit pangonan di pringsewu yang menawan

Tempat Wisata di Lampung yang bernama Bukit Pangonan ini terletak di Jl. Raya Danau, Desa Fajar Esuk, Kabupaten Pringsewu.  Sebagian orang menyebut Obyek Wisata di Pringsewu ini sebagai Bukit Talang Indah, sebab satu loksi dengan talang irigasi yang kini menjadi tempat wisata di Pringsewu.  Harus diakui Bukit Pangonan memiliki panorama yang menawan.  Dari ketinggian Bukit Panggonan, keindahan alam dan laut Teluk Lampung yang menawan samar-samar masih bisa kita nikmati.

 

BUKIT PANGONAN SPOT SELFIE DI KABUPATEN PRINGSEWU LAMPUNG

 

Bukit Pangonan merupakan salah satu tempat wisata di Kabupaten Pringsewu Lampung yang menjadi lokasi selfie anak-anak muda.  Lokasi Bukit Pangonan tidak begitu jauh dari Bukit PJR dan Bukit BLT —  dan sama-sama merupakan spot untuk foto selfie yang juga berada di Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Jika dari Bandar Lampung dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan menggunakan mobil. Bukit Pangonan Pringsewu menawarkan wisata panorama alam pedesaan, dan cocok untuk dijadikan tempat untuk menyalurkan hasrat selfie.  Pangonan dalam bahasa Jawa artinya “penggembalaan”, mungkin tempat ini dulunya merupakan lokasi penggembalaan ternak milik warga masyarakat di Fajar Esuk.

 

Setiap akhir pekan, tempat wisata ini ramai dikunjungi oleh wisatawan, baik anak-anak muda maupu keluarga.  Wisatawan yang ke Bukit Pangonan tidak hanya berasal dari Kabupaten Pringsewu, namun juga dari Kabupaten lain, termasuk dari Kota Bandar Lampung.  Panorama alam yang menawan ketika dilihat dari ketinggian bukit itulah yang menjadi daya tarik pengunjung, sebab menjadi background foto yang instagramabel.

 

FASILITAS DI BUKIT PANGONAN PRINGSEWU

Bukit Pangonan dilengkapi fasilitas untuk foto selfie / wefie, dan sekaligus menjadi ciri khas pengenalnya, yakni panggung dari bambu bertuliskan I simbol LOVE U.  Kenapa dari bambu ? mungkin karena berlokasi di Pringsewu, yang dalam bahasa Jawa memiliki arti harafiah “seribu bambu” atau “banyak bambu”.  Mungkin juga karena faktor teknis, seperti kemudahan dalam pembangunan mengingat lokasinya di atas bukit, dan juga karena bambu relatif tahan cuaca jika diperlakukan / direkayasa dengan benar.

Biaya masuk ke Destinasi Wisata di Kabupaten Pringsewu ini relatif terjangkau, hanya Rp. 3.000,- / spot.  Dengan fasilitas berupa ‘panggung untuk selfie’ dengan tulisan I simbol LOVE dan U, panggung seperti perahu, rumah kurcaci, dan rangkaian bunga berbentuk cinta, serta panorama alam yang menawan, Bukit Pangonan merupakan tempat wisata yang ‘wajib’ kita coba.

 

 

Kembali ke : Wisata Lampung

 

 

Sumber:

https ://lampungpro. com/post/1704/from-lampung-with-love-di-bukit-pangonan-pringsewu

http: //www. matajatim. com/2017/03/bukit-pangonan-pringsewu-lampung-info.html

@ muhammadsifai, @ desihartika, @ affan_wijanarko, @ lampuung, @ yoga . am03, @ pelajar_lampung

 

 

 

 

 

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 Maret 2017 in WISATA LAMPUNG

 

Tag: , , , , , , , ,

WADUK DAM RAMAN DI METRO UTARA

Waduk Dam Raman di Metro Utara

Dam Raman, sesuai namanya adalah sebuah waduk yang terletak di Purwoasri, Metro Utara, Kota Metro, Provinsi Lampung.  Waduk Dam Raman terletak sekitar 8 Km dari pusat Kota Metro, atau hampir 55 Km dari Kota Bandar Lampung.   Waduk ini biasanya dikunjungi orang untuk memancing atau sekedar ngabuburit menghabiskan sore.  Jika dikelola dengan baik, sebenarnya Tempat wisata di Metro yang satu ini cukup potensial untuk dijadikan tempat wisata air. Bendungan Raman ini cukup luas, jauh membentang sepanjang mata memandang.

 

POTENSI WISATA WADUK DAM RAMAN

jembatan di Waduk Dam Raman

Dam atau waduk ini berfungsi sebagai kolam penyimpan air untuk kemudian dimanfaatkan bagi berbagai keperluan, seperti irigasi sawah, dan lain-lain. Waduk Dam Raman masih cukup alami, kondisinya saat ini nyaris tertutup tanaman eceng gondok.  Dam Raman atau Bendungan Raman memiliki luas area sekitar 26 ha, 2 ha diantaranya merupakan hutan sengon, merupakan sumber potensi air terbesar di kota Metro.

Memancing di Waduk Dam Raman Dam Raman, Metro, Lampung

Jika sebagian enceng gondok yang menutupi bersihkan, lalu bagian yang sudah bebas dari eceng gondok tadi disediakan berupa beberapa unit fasilitas wisata air seperti bebek-bebekan air, kemudian di bagian lain ditabur benih ikan dan ditambah fasilitas berupa perahu dan gubuk untuk pemancing, waduk Dam Raman ini potensial untuk wisata memancing dan berkeliling waduk. Limbah ecenggondok sekaligus dimanfaatkan untuk dijadikan kerajinan,menjadi oleh-oleh atau souvenir bagi wisatawan yang datang ke Waduk Dam Raman.

 

WADUK YANG MENJADI DESTINASI WISATA

Jika dikelola dengan baik, maka waduk bisa menjelma menjadi destinasi wisata yang menarik dan ramai dikunjungi.  Berikut ini contoh waduk yang dikreasi menjadi destinasi wisata, tentunya dengan kreatifitas dan kerja yang serius.

 

Waduk Penjalin
Waduk Penjalin di Brebes

Waduk Sermo
Waduk Sermo di Yogyakarta

Waduk Sidodadi
Waduk Sidodadi di Banyuwangi

 

Semoga ke depan pengelolaan Dam Raman untuk wisata ditingkatkan, sehingga Tempat Wisata di Kota Metro ini semakin ramai dan mengungkit ekonomi warganya.

 

 

Demikian artikel WADUK DAM RAMAN DI METRO, semoga bermanfaat.

 

 

Kembali ke : Destinasi Wisata di Lampung

 

 

 

Sumber :

http ://wisatametrolampung. blogspot. co.id/2014/01/waduk-dam-raman-sebelah-utara-kota.html

http :// www. jumanto. com/2016/12/dam-raman-wisata-kota-metro-lampung.html

http :// www. banyuwangibagus. com/2015/12/waduk-sidodadi-wahana-wisata-baru-di-banyuwangi.html

http :// www. wisatao. com/2016/08/wisata-jogja-terbaru-taman-bambu-air-sermo.html

https :// travel. detik. com/readfoto/2017/02/04/135500/3411720/1026/1/berakhir-pekan-di-brebes-ini-dia-tempat-wisatanya

 

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Maret 2017 in WISATA LAMPUNG

 

Tag: , , , , , ,

Pulau Pisang yang Menawan

Pulau Pisang yang MenawanPulau Pisang di Pesisir Barat Lampung. Photo: Keliling Lampung wordpress . com

Pulau Pisang merupakan pulau yang terletak di wilayah Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Tempat Wisata Menawan di Lampung ini diberi nama Pulau Pisang, konon karena bentuknya jika dilihat dari puncak daratan Pulau Sumatra menyerupai pisang.  Akhirnya nama itu melekat ke pulau dengan panorama yang menawan ini.  Pulau Pisang yang memiliki luas daratan 148,82 Ha ini di bagian Barat dan Selatan berbatasan langsung sengan Samudera Hindia, sedangkan di bagian Utara dan Timur berbatasan dengan Pulau Sumatera.

Secara administrasi Pulau Pisang terletak pada kecamatan Pulau Pisang, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Pulau Pisang yang merupakan wilayah satu kecamatan di Kabupaten Pesisir Barat ini terdiri atas 6 (enam) desa / pekon, yaitu Pekon Labuhan, Pekon Pasar, Sukadana, Suka Marga, Pekon Lok, dan Bandar Dalam.

 

MENIKMATI KEINDAHAN ALAM PULAU PISANG YANG MENAWAN

Untuk mencapai Pulau Pisang, kita harus menjelajah daerah barat Propinsi Lampung.  Dari Bandar Lampung diawali dengan perjalanan darat menuju Kota Krui dengan jarak tempuh kurang lebih 7 jam menggunakan kendaraan.  Rute yang dapat ditempuh dari Bandar Lampung adalah rute ke arah Bengkulu, yaitu : Bandar Lampung – Pringsewu – Tanggamus – Kota Agung – Simpang Sedayu (Tanjakan Sedayu) – Semaka – Taman Nasional Bukit Barisan – Krui. Rata-rata kondisi jalan cukup baik, termasuk tanjakan Sedayu dan Taman Nasional Bukit Barisan. Dibeberapa bagian di Sedayu, kita dapat menyaksikan pemandangan alam Lampung yang indah dari atas.

Perjalanan menuju Pulau Pisang kemudian dilanjutkan dengan perahu.  Berdasarkan keterangan warga, untuk mencapai Pulau Pisang dapat melalui dua akses, pertama melalui daerah Tembakak, kedua melalui Dermaga Krui.  Dari Tembakak dibutuhkan waktu sekitar setengah jam perjalanan menggunakan perahu, sedangkan jika melalui Dermaga Krui, dibutuhkan waktu lebih lama, yakni sekitar 1 jam.


Bermain di Dermaga Pulau Pisang.  Photo : Keliling Lampung wordpress . com & family travelling blog . com

Salah satu keindahan alam yang dapat kita nikmati di Pulau Pisang adalah menikmati matahari terbit di ufuk timur.  Sunrise di Pulau Pisang cukup menawan.  Kita bisa mengabadikan sunrise itu dari spot di sekitar Dermaga Pulau Pisang.  Setelah puas menikmati sunrise, dan matahari semakin terang menyinari bumi, aktivitas bisa dilanjutkan dengan berenang di pantai Pulau Pisang.

 

Ikan Tuhuk
Ikan Tuhuk alias Blue Marlin tangkapan nelayan  Photo : Kidnesia . com

Mumpung kita berkunjung ke Pulau Pisang, jangan lupa menyempatkan diri menikmati lezatnya ikan tuhuk (nama lokal untuk Blue Marlin) yang super enak itu.  Kita dapat membeli ikan blue marlin itu dari nelayan langsung yang baru bersandar dari laut.

 

Sekolah Dasar buatan Belanda di Pulau Pisang
Sekolah Dasar yang dibangun Belanda tahun 1800-an.  Photo: Yopie Franz

Di Pulau Pisang ini kita bisa menemukan hal-hal unik, diantaranya keberadaan satu Sekolah Dasar yang berdiri tahun 1800an,sejak jaman Belanda.

 

Pengrajin Kain Emas dan Kain Tapis di Pulau Pisang
Pengrajin Kain Sulam Emas & Kain Tapis di Pulau Pisang.  Photo: Yopie Franz

Di Pulau Pisang kita juga bisa melihat warga menenun kain tapis, dan kain sulam emas.

Jika cuaca memungkinkan kita dapat menyewa perahu untuk menyaksikan lumba-lumba di Samudera Hindia yang terletak persis di belakang pulau.

 

ATRAKSI LUMBA-LUMBA PULAU PISANG


Atraksi Lumba-lumba Pulau Pisang.  Photo: Lihat . co . id

Laut antara Dermaga Krui dan Pulau Pisang merupakan habitat lumba-lumba.  Dalam perjalanan dari Krui menuju Pulau Pisang di Pesisir Barat Lampung, seringkali penumpang perahu dapat menyaksikan puluhan ikan lumba-lumba tipe hidung botol (bernama latin Tursiops Truncatus). Gerombolan lumba-lumba pulau Pulau Pisang tersebut terkadang menyuguhkan atraksi berloncatan di sebelah kiri kanan perahu.

Yang terkadang membuat wisatawan yang berkunjung ke Pulau Pisang merasa kawatir adalah tidak tersedianya pelampung di atas perahu, mengingat gelombang Samudera Hindia cukup besar dan kuat.

 

PANTAI PULAU PISANG YANG MENAWAN

Pantai Pulau Pisang yang indah menawan
Panorama Pantai Pulau Pisang yang indah menawan. Photo:  family travelling blog . com

Pantai Pulau Pisang yang berpasir putih dengan tekstur lembut ini memiliki pemandangan yang indah menawan.  Jika mau keliling Pulau Pisang, kita bisa menyewa motor warga setempat.

 

TIPS BERWISATA DI PULAU PISANG

Bagi Sahabat elora yang berminat mengunjungi Pulau Pisang, berikut beberapa tips yang mungkin bermanfaat :

  • Waktu kunjungan sebaiknya bukan di musim Ombak dan angin, agar aman saat menyeberangi laut.
  • Jika membawa anak-anak, bawalah dan pakaikan mereka pelampung mengingat ombak di pantai ini cukup besar. Jangan lupa awasi mereka saat bermain di tepi pantai.
  • Bawalah dry bag untuk menjaga barang bawaan tetap kering
  • Bawalah P3K, obat-obatan yang diperlukan.
  • Jika membawa kendaraan sendiri, pastikan kendaraan Anda dalam kondisi baik sebelum perjalanan dimulai .
  • Aturlah waktu agar saat melalui area Taman Nasional Bukit Barisan hari masih terang, mengingat sepanjang area ini kita hanya menemui hutan.
  • Mengingat aliran listrik di pulau ini hanya menyala dari pukul 6 sore hingga pukul 11 malam, pastikan kita membawa serta lampu cadangan atau senter.

 

Demikian artikel Tempat Wisata di Lampung bernama  Pulau Pisang ini, semoga bermanfaat.

Thanks udah mampir di Blog Wisata Indonesia, jangan lupa like & share ya

 

Kembali ke : Tempat Wisata di Lampung

 

 

Sumber :

http:// pariwisatalampung. com/243-pulau-pisang-pesisir-barat.html

https:// travel. detik. com/read/2015/01/15/141100/2798271/1025/pulau-pisang-satu-lagi-yang-cantik-di-lampung

http:// yopiefranz. com/2016/11/pesona-pulau-pisang-di-pesisir-barat-lampung/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Maret 2017 in WISATA LAMPUNG

 

Tag: , , , , , , ,

CURUP KLAWAS INDAH YANG MENAWAN

Curup Klawas Indah yang menawanCurup Klawas Indah. Foto: hasabizone

Curup Klawas Indah, sesuai namanya tempat wisata menawan di Lampung Utara ini adalah sebuah air terjun yang terletak di Dusun Klawas, di Desa Pekurun, Kecamatan Abung Barat.  Curup Indah Klawas berjarak sekitar 110 km dari Bandar Lampung, dan sekitar 30 km dari Kota Bumi — Ibu Kota Kabupaten Lampung Utara.  Jika dari Bandar Lampung, rute menuju Air Terjun Klawas yang bisa dilalui adalah : Bandar Lampung – Tegineneng – Bandar Jaya – Kotabumi – Abung Barat.

CURUP KLAWAS INDAH, AIR TERJUN UNIK DI LAMPUNG UTARA

Air terjun Klawas Indah tergolong unik, lantaran airnya tidak langsung jatuh dari bibir tebing melainkan seperti mengalir merambat melalui batu dinding tebing sampai ke kolam yang ada di bawahnya.  Ketinggian air terjun Curug Klawas Indah sekitar 20 meter tingginya, dengan debit air yang tidak terlalu deras, sehingga cukup aman untuk bermain di bawah guyuran airnya langsung.

curug klawas indah lampung utara

Curup Klawas Indah di Lampung UtaraFoto : traveling yuk . com

Kolam Air Terjun Klawas Indah Lampung UtaraFoto : Mengenal Wisata Budaya Lampung

Kondisi sekitar Curup Klawas Indah di Lampung Utara ini masih cukup alami, menyajikan panorama alam yang natural, perpaduan hijaunya pepohonan dan kesegaran air terjun.  Udara yang bersih dan suasana yang alami akan membuat fresh mereka yang berkunjung ke Curup Klawas Indah.

 

Kembali ke : Tempat Wisata di Lampung

 

 

 

Sumber:

http:// travelingyuk. com/exsplore-lampung-utara/17325/

http:// mengenalwisatabudayalampung. blogspot. co.id/2015/03/wisata-alam-curup-indah-klawas-abung.html

http:// hasabizone.blogspot. co .id/2014/05/curukcurup-klawas.html

Save

Save

Save

Save

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 Maret 2017 in WISATA LAMPUNG

 

Tag: , , , , , , ,

PANTAI SEBALANG LAMPUNG SELATAN YANG MENAWAN

Pantai Sebalang Lampung Selatan yang Menawan

 

Tempat Wisata di Lampung bernama Pantai Sebalang ini terletak di Tarahan, Kecamatan Ketibung, Kabupaten Lampung Selatan, berjarak sekitar 45 menit dari Kota Bandar Lampung.  Untuk sampai ke Pantai Sebalang melalui jalan lintas dari arah Bandar Lampungmenuju Bakauheni, patokannya adalah Pantai Pasir Putih, dari situ kita maju sekitar 4 atau 5 km, nanti ketemu jalan agak menanjak, dan di sisi kanan jalan ada papan nama PT. Adhi. Belok saja di situ, kemudian setelah melewati kebun berisi tanaman sawit sampailah kita di Pantai Sebalang.

Pantai Sebalang Lampung Selatan

Konon dahulu Pantai Sebalang sempat dikelola untuk wisata, namun karena aktivitas industri di daerah Tarahan, pengelolaan itu terhenti. Karena tanpa pengelolaan, maka Pantai Sebalang Tarahan ini kembali terasa alami, dan kabar gembiranya adalah berwisata ke pantai ini nggak perlu bayar tiket masuk alias gratis.

Pantai Sebalang Tarahan Lampung Selatan

Kini Pantai Sebalang banyak dikunjungi mereka yang hobi mancing dan anak-anak muda yang suka fotografi alam.

 

SUNSET PANTAI SEBALANG YANG MENAWAN

Salah satu kelebihan Pantai Sebalang adalah pantai ini menghadap ke arah barat tanpa terhalang bukit, sehingga kita bisa menikmati sunset dengan bebas tanpa halangan.  Sunset Pantai Sebalang sangat menawan,  rona jingga di ufuk langit sore memantul di permukaan laut, menyajikan panorama yang sangat indah.

Tak heran jika para pecinta fotografi, khususnya anak-anak muda yang suka traveling untuk hunting sunset,berdatangan untuk mengabadikan keindahan sunset Pantai Sebalang.

 

Sunset Pantai Sebalang yang Menawan

Sahabat elora, yuk turut meramaikan Tempat Wisata di Lampung, salah satunya dengan cara berkunjung ke Pantai Sebalang, mengabadikan keindahan sunset Sebalang Beach, dan kemudian mewartakannya kepada banyak orang lewat media sosial kita.

Sebalang Beach

Pantai Sebayang cukup recommended kan untuk dikunjungi ?

Demikian artikel PANTAI SEBALANG LAMPUNG SELATAN YANG MENAWAN, semoga bermanfaat.

 

Bantu Like & Share ya Guys , supaya tempap wisata di Lampung makin ramai.

 

Kembali ke : Tempat Wisata di Lampung

 

 

Sumber :

– imagive blogspot co id

– tukangngetrip blogspot co id

– mengenalwisatabudayalampung blogspot co id

– lihat co id

– imgrum @ detail . sumatera

– sebalang beach @ luvlyika

 

 

 

 

 

Save

Save

Save

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Maret 2017 in WISATA LAMPUNG

 

Tag: , , , , ,

PANTAI WAY URANG LAMPUNG SELATAN YANG MENAWAN

pantai-way-urang-lampung-selatan

Pantai Way Urang adalah salah satu Tempat Wisata di Lampung yang bisa dijadikan alternatif liburan, khususnya bagi warga Lampung Selatan di sekitar Kalianda. Pantai Way Urang terletak di Kelurahan Way Urang, Kalianda, Lampung Selatan.  Pantai Way Urang berjarak sekitar 2 km dari jalan lintas Sumatera, atau 1 km dari Komplek Kantor PemDa Lampung Selatan di Kalianda.  Masuk ke  pantai ini belum memakai tiket masuk alias masih gratis, itulah sebabnya jika liburan Pantai Way Urang ini mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal.

PANTAI KENTANG KELURAHAN WAY URANG YANG INDAH MENAWAN 

Pantai Way Urang sebagaimana pantai lain di Lampung Selatan memiliki keindahan yang cukup menawan.  Tempat wisata yang semula hanya dikenal sebagai  Pantai Way Urang — sesuai nama kelurahan dimana pantai ini berada — belakangan dikenal dengan nama Pantai Kentang.  Dari bibir pantai yang dipenuhi bebatuan berwarna hitam, lautan luas dengan warna birunya yang menawan tersaji indah di depan mata.  Bebatuan itu konon merupakan jejak letusan dasyat Gunung Krakatau.

pantai-way-urang-kalianda-lampung-selatan

Lebih ke tepi kita akan mendapati hamparan pasir yang putih kecoklatan dengan tekstur lembut memanjakan telapak kaki wisatawan yang berkunjung ke Pantai Kentang Kelurahan Way Urang.

pantai-kentang-way-urang-kalianda-lampung-selatan

Sementara itu di sisi Pantai Kentang Way Urang, tampak dikejauhan Gunung Rajabasa tinggi menjulang.  Memandangnya bisa membuat hati kita terasa tenteram.

pantai-kentang-way-urang-lampung-selatan

SUNSET PANTAI WAY URANG YANG MENAWAN

sunset-pantai-way-urang-yang-menawan

Menjelang sore, panorama Pantai Way Urang menampilkan keindahan yang lain.  Putih pasir, biru lautan, disinari cahaya matahari sore yang berwarna lembayung.  menjelang senja, warna lembayung senja itu semakin kuat dan tebal, dan menghadirkan Pesona Sunset di Pantai Way Urang secara utuh.

So, Sahabat elora, kapan menjelajah Lampung, dan menikmati keindahan Pantai Way Urang yang menawan ?

Demikian artikel Pantai Way Urang Lampung Selatan, semoga bermanfaat.

Kembali ke : Tempat Wisata di Lampung

Sumber :

– Malahayati ac . id

– Radar Lamsel . com

– google source . com

– Travel Detik . com

– kaskus

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Maret 2017 in WISATA LAMPUNG

 

Tag: , , , , , ,

DESA WANA, DESA TRADISIONAL DI LAMPUNG TIMUR

desa-wanaRumah Adat Lampung Melinting di Desa Wana, Lampung Timur (pariwisata lampungcom)

Desa Wana merupakan satu desa tradisional yang terletak di Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur.  Desa Wana merupakan satu dari tujuh (7) desa inti masyarakat Lampung Melinting, sekaligus merupakan salah satu dari enam (6) Desa Pewaris Kebudayaan Asli Keratuan Melinting. Hampir separuh dari rumah penduduk di Desa Wana masih menggunakan arsitektur tradisional rumah adat Lampung, yakni rumah panggung dengan bahan kayu.  Berjarak sekitar 70 km dari Kota Bandar Lampung, Desa Wana yang merupakan Desa Tradisional di Lampung Timur ini dapat dicapai dalam tempo 3 jam perjalanan jika melalui jalur Panjang – Sribhawono.

PROFIL DESA WANA

desa-wana-kecamatan-melinting-lampung-timur

Sebagian masyarakat Desa Wana ini juga masih menggunakan beberapa alat tradisional untuk kehidupan sehari-hari, diantaranya adalah mereka  masih memasak menggunakan tungku kayu.  Desa Wana memiliki luas wilayah sebesar 1.021 ha, dengan jumlah penduduk sekitar 10.000 jiwa dari sekitar  2.400 Kepala Keluarga, dengan mayoritas profesi penduduknya adalah Petani dan Buruh Tani.  Komposisi penduduk berjenis kelamin laki-laki dan perempuan di Desa Wana hampir berimbang.  Uniknya meskipun merupakan Desa Adat Lampung, sekitar separuh penduduk Desa Wana berasal dari suku lain, seperti Suku Jawa, Padang, Bali, dan Batak.

UPAYA MELESTARIKAN ADAT LAMPUNG DI DESA WANA

desa-wana-lampung-timur

Selain mempertahankan arsitektur rumah adat Lampung yang dikenal dengan sebutan Nuwo Panggung, masyarakat Desa Wana masih melakukan beberapa upacara adat khas Lampung Timur, diantaranya Upacara Pernikahan, dan Pertemuan Adat.  Dalam Upacara Pernikahan, Tari Melinting yang dilakukan oleh para penari selalu ditampilkan.

TARI MELINTING

tari-melinting

Tari Melinting merupakan tarian menyambut tamu, tarian adat Lampung Timur yang sudah terkenal, bahkan hingga ke mancanegara. Tari Melinting biasanya digelar dengan iringan alat musik tradisional seperti gamelan.  Demikian sekilas gambaran tentang upaya melestarikan adat Lampung di Desa Wana.

Jpeg

Sejarah tari melinting konon berawal pada abad ke-16, yaitu pada masa silsilah kedua Keratuan Melinting Pangeran Panembahan Mas. Pada masa itu pengaruh Islam mulai mendominasi tata cara tarian, termasuk mempengaruhi tari melinting. Tarian ini terdapat di daerah Kecamatan Labuhan Maringgai, Desa Meringgai dan Wana, yang masuk wilayah Kabupaten Lampung Timur.

Fungsi tari melinting sudah banyak berubah, tidak seperti pertama kali diciptakan oleh Ratu Melinting. Ia memaparkan, tari melinting sebelum mengalami perkembangan penyempurnaan adalah mutlak sebagai tarian keluarga Ratu Melinting yang dipergelarkan hanya pada saat acara gawi adat Keagungan Keratuan Melinting. Para penarinya hanya terbatas dimainkan putera dan puteri Ratu Melinting sendiri. Pagelarannya dilakukan di Sesat atau Balai Adat.

tari-melinting-menyambut-tamu-desa-wana-lampung-timur

Tari melinting yang dikembangkan kembali sejak 1958, tidak lagi merujuk sepenuhnya pada bentuk aslinya, baik gerak, busana, dan aksesoris. Telah terjadi modifikasi di sana-sini. Dari segi fungsi pun, persembahan tari melinting telah bergeser dari peragaan sakral menjadi tarian hiburan lepas atau paling tidak menjadi persembahan pada tamu agung yang berkunjung ke Lampung.

Sejak mengalami pergeseran fungsi, busana tari yang dipakai pun berubah agak jauh dari bentuk dan warna aslinya. Dulu penari melinting putra memakai kopiah emas melinting, baju dan jung sarat yang diselempangkan, baju teluk belanga, kain tuppal disarungkan, kipas warna merah, bulu seretei, sesapur handak putih, bunga pandan, dan celana panjang putih. Sekarang, penari putra memakai kopiah emas pepadun, baju teluk belanga, kain tapis, kipas warna bebas, dan bulu seretei. Untuk busana dan aksesoris penari putri, tari melinting lama menggunakan siger melinting cadar warna merah/putih, kebaya putih tanpa lengan, tapis melinting, rambut cemara panjang, kipas warna putih, gelang ruwi dan gelang kano. Sekarang pakaian dan aksesori itu diganti dengan siger melinting cakar kuningan, kebaya putih lengan panjang, tapis pepadun, rambut disanggul, kipas warna bebas, gelang rawi dan buah jukum.

Gerakan yang dipakai dalam tari melinting dibedakan antara gerakan penari putera dan gerakan penari puteri. Gerakan penari putera meliputi babar kipas, jung sumbah, sukkung sekapan, balik palau, kenui melayang, nyiduk, salaman, suali, niti batang, lutcat kijang, dan lapah ayun. Sedangkan gerakan untuk penari puteri terdiri dari gerakan babar kipas, jung sumbah, sukung sekapan, timbangan atau terpipih mabel, melayang, ngiyan bias, nginjak lado, nginjak tahi manuk dan lapah ayun. (Sumber : Budaya Kesenian Lampung TMII).

KERATUAN MELINTING

Setelah runtuhnnya kerajaan Majapahit sekitar awal abad ke 15, timbulah kerajaan Islam di Pulau Jawa.  Salah satu di antara Walisongo yaitu  Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati berhasil menaklukan Jawa Barat termasuk daerah Banten, dan kemudian Banten diserahkan kepada anaknnya yang tua Maulana Hasanuddin yang bergelar Pangeran Sabakingking. Pada suatu ketika, Sultan Maulana Hasanuddin mengirim utusan ke Lampung untuk berdakwah menyebarkan ajaran agama Islam. Adapun yang diutus Sultan Banten itu adalah dua juru dahwah yaitu Ratu Saksi alias Darah Putih dan Ratu Simaringgai yang kemudian bergelar Ratu Melinting.

Penyebaran Agama Islam di Lampung antara lain melalui Labuhan Maringgai sekarang, yang berada di bawah kekuasaan Ratu Pugung,  mereka mengajarkan agama Islam terhadap Ratu Pungung dan rakyat Keratuan Pugung hingga berbulan-bulan lamanya. Ratu Pugung mempunyai cucu dua orang gadis yaitu yang bergelar Putri Sinar Alam, anak dari Singindor Alam merupakan anak tertua Ratu Pugung. Satunya lagi bergelar Putri Sinar Kaca, anak dari Gayung Garunggung yang merupakan anak Ratu Pugung yang lebih muda.

Putri Sinar Alam kawin dengan Ratu Saksi (Darah Putih) dan mempunyai anak lelaki bernama Minak Kejala Ratu. Putri Sinar Kaca kawin dengan Ratu Simaringgai yang juga mempunyai anak lelaki bernama Minak Kejala Bidin. Sebelum Minak Kejala Ratu dan Minak Kejala Bidin lahir, sewaktu mereka masih di dalam kandungan, ayah mereka yang kembali ke Cirebon tidak kembali ke Lampung. Setelah Minak Kejala Ratu dan Minak Kejala Bidin tumbuh menjadi pemuda, suatu ketika mereka berdua bertanya kepada ibu mereka, siapa dan dimana gerangan ayah mereka berdua berada. Akhirnya Putri Sinar Kaca menjelaskan tentang bapak mereka berdua, dan Minak Kejala Ratu serta Minak Kejala Bidin kemudian menyeberang ke Banten dengan menaiki perahu mencari ayah mereka. Minak Kepala Bidin menghadap Sultan Maulana Yusuf anak Sultan Maulana Hasanuddin.

Peristiwa ini diperkirakan terjadi sekitar tahun 1575 Masehi. Setelah Minak Kejala Ratu Minak Kejala Bidin menghadap Sultan Maulana Yusuf di Pusiban Agung, Sultan Maulana Yusuf meminta tanda bukti dari mereka berdua, kalau benar mereka berdua anak pamannya yang bergelar Ratu Saksi dan Ratu Simaringgai. Minak Kejala Ratu dan Minak kejala Bidin memperlihatkan cincin yang dipakai mereka kepada Sultan Banten. Cincin itu adalah emas kawin ibu mereka berdua yang di bawa bapak mereka dari Banten sewaktu ditugaskan Sultan Maulana Hasanuddin menyebarkan agama Islam di Lampung. Setelah Sultan Maulana Yusuf memeriksa cincin yang diperlihatkan mereka berdua berdua, Maulana Yusuf menegaskan bahwa mereka benar anak pamannya dan itu berarti adiknya juga.

Maulana Yusuf juga menegaskan bahwa mereka tidak perlu menunggu ayahnnya, ayah mereka sedang bertugas jauh untuk berdakwah dan sulit mencari mereka. Sultan meminta mereka untuk istirahat di Surosowan, istana Sultan Banten. Kurang lebih seminggu kemudian, Minak Kejala Ratu dan Minak Kejala Bidin diterima di Pusiban Agung. Sultan Maulana Yusuf memerintahkan mereka berdua agar kembali ke Lampung dan berpesan agar wilayah kekuasaan Ratu Pugung dibagi menjadi dua bagian: Wilayah Labuhan Meringgai diperintah Kejala Bidin atau disebut Keratuan Merinding, dan Wilayah Kuripan Kalianda dipimpin Kejala Ratu yang disebut Keraturan Merinding atau Ratu Berdarah Putih.

RUMAH ADAT LAMPUNG MELINTING

rumah-penduduk-desa-wana-lampung-timurarsitektur-rumah-adat-desa-wana-lampung-timur

Rumah adat Lampung Melinting memiliki ornamen ukiran khas Lampung.  Konon arsitektur rumah adat tradisional Lampung Melinting di Desa Wana ini dipengaruhi oleh arsitektur Kayuagung, Sumatera Selatan.  Rumah penduduk berjajar di satu ruas jalan, konon sesuai kesepakatan mengenai tata ruang desa.  Di belakang rumah-rumah penduduk biasanya sudah berupa ladang atau kebun warga.

Ada sekitar 100 rumah panggung yang yang masih dijaga keasliannya sejak dulu di Desa Wana,” ujar Iskandar, Kaur Pemerintahan di Desa Wana.

WISATA TRADISIONAL DI DESA WANA

POTENSI WISATA DESA WANA

Desa Wana yang masih cukup menjaga sisi ketradisionalannya sebenarnya menyimpan Potensi Wisata cukup besar, khususnya Wisata Budaya berupa Arsitektur Rumah Adat, Tari Melinting, Kuliner khas Lampung Melinting, termasuk untuk Wisata Agro, khususnya Buah Durian, Duku dan Manggis.

Potensi wisata Desa Wana telah dilihat Pemerintah Kabupatan Lampung Timur sejak lama, bahkan sudah digadang sebagai desa wisata sejak tahun 1994.  Pada tahun itu Pemerintah Provinsi Lampung menetapkan Desa Tradisional Wana sebagai salah satu obyek pariwisata budaya. Ungkapan Indonesia “pariwisata budaya” atau sering diringkas menjadi “wisata budaya”.

TANTANGAN SEKTOR PARIWISATA DESA WANA

Sangat disayangkan, potensi besar dari daerah yang menyimpan sejarah ini terbengkalai tanpa pengelolaan yang baik, sehingga perkembangannya pun jalan di tempat.  Kondisi ini dibenarkan oleh Iskandar, Kaur Pemerintahan di Desa Wana yang dipercaya unuk mengelola wisata budaya desanya.

Segala sarana prasarana yang ada di Wana ini semua atas inisiatif swadaya dari masyarakat setempat. Hingga saat ini kontribusi pemerintah daerah untuk wisata Desa Wana hanya sebatas penyuluhan saja”. Kata Iskandar

Pemerintah hadir baru sebatas penyuluhan, tanpa adanya pendampingan serius. Sarana prasarana selamaini dikumpulkan secara swadaya masyarakat, misalnya: alat musik Talo  dan baju adat tari melinting. Pengelolaan wisata yang kurang serius tersebut berdampak kontra-produktif, diantaranya telah ada beberapa rumah dirobohkan karena minimnya perawatan.

UPAYA MENJAWAB TANTANGAN SEKTOR PARIWISATA DESA WANA

Tantangan sektor Pariwisata sebenarnya bukan tanggungjawab Pemerintah Daerah semata, yang ketersediaan sumber dana nya juga terbatas.  Upaya yang bisa dilakukan untuk menjawab tantangan itu adalah dengan membangun infrastruktur yang paling mendesak seperti akses jalan, menyiapkan keterlibatan masyarakat menjadi unsur vital yang perlu dioptimalkan.  Koordinasi dan pengintegrasian setiap elemen yang dapat mendukung kemajuan wisata juga mendesak dilakukan, dan untuk hal ini Pemerintah Daerah memang harus tampil didepan, sebagai Administratornya.

Metode ini sudah berhasil dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, yang mampu menggenjot kunjungan wisatawan hingga 400% dalam beberapa tahun terakhir.

Sedangkan bagi masyarakat, khususnya pecinta traveling, dukungannya sangat diharapkan untuk memajukan pariwisata suatu daerah. 

Oleh sebab itu Sahabat Traveller, kalau sedang traveling ke Lampung Timur, selain ke Way Kambas ada baiknya kita berkunjung ke Desa Tradisional Wana, dan melihat langsung Warisan budaya Lampung yang tersisa dan coba dilestarikan masyarakat setempat, sebagai penghargaan terhadap upaya masyarakat Desa Wana, sekaligus sebagai wujud nyata keterlibatan kita dalam memajukan pariwisata lampung.

Demikian artikel DESA WANA, DESA TRADISIONAL DI LAMPUNG TIMUR, semoga bermanfaat.

Bantu Like & Share ya Guys 🙂

 

Kembali ke : Tempat Wisata di Lampung

Sumber :

– Pariwisata Lampung . com

– Ayo ke Lamtim . com

– Lampung Timur Story Blog Spot . co . id

– Keliling Lampung WordPress . com

– Ulun Lampung Blogspot . co . id

– oto detik . com

– Taman Mini . com

– Ismu – Nagaritohlangpohwang blogspot . com

Save

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 Maret 2017 in WISATA LAMPUNG

 

Tag: , , , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: