RSS

Arsip Kategori: WISATA LAMPUNG

Kategori ini berisi informasi mengenai Tempat Wisata Menawan di Lampung, Tempat Wisata Paling Menawan di Lampung, dan Daftar Tempat Wisata Paling Menawan di Provinsi Lampung.

Penangkaran Rusa Wan Abdurahman Taman Wisata Anak di Bandarlampung

Kota Bandar Lampung memiliki cukup banyak tempat wisata, termasuk yang cocok untuk wisata bersama anak dan keluarga, salah satunya adalah Taman Rusa Wan Abdurahman. Saat berdiri pada tahun 2012, di Penangkaran Rusa Tahura Wan Abdurahman baru ada rusa sebanyak 24 ekor. Kini setelah enam tahun berjalan rusa-rusa tadi sudah berkembang menjadi 44 ekor.  Rusa yang terdapat di sana adalah jenis Rusa Timor.

penangkaran-rusa-wan-abdurahman-eloratour

Penangkaran Rusa Wan Abdurahman Bandar Lampung

 

Bermain di Taman Wisata Anak Taman Rusa Wan Abdurahman

Diantara sekian banyak tempat wisata di Bandar Lampung, yang cocok untuk tempat bermain anak salah satunya adalah Taman Rusa Wan Abdurahman. Selain tempat penangkaran rusa, Penangkaran Rusa Tahura Wan Abdurahman juga telah dilengkapi berbagai  fasilitas seperti: pondokan, jembatan, taman, dan spot foto selfie.

 

penangkaran-rusa-wan-abdulrahman-taman-wisata-anak-di-bandarlampung-eloratour

Penangkaran Rusa, bisa jadi Taman bermain untuk Anak

 

Taman Rusa Tahura Wan Abdurahman ada di sebelah kiri jalan, tepat sebelum Taman Kupu – kupu Gita Persada. Kalau agak bingung, jangan lupa untuk bertanya ya.

 

Baca juga : Taman Kupu-kupu Gita Persada

 

 

Rute Menuju Taman Rusa Wan Abdurahman

Lokasinya berada persis sebelum Taman Kupu – kupu Gita Persada, cuma berjarak sekitar 200 meter saja. Penangkaran Rusa Tahura Wan Abdurahman dapat dicapai lewat Kemiling, Camp 91 Kedaung, atau bisa juga lewat jalur Wira Garden, Bumi Kedaton Resort, dan Kawasan Wisata Batuputu.

 

Tempat Wisata di Lampung

 

 

 

eloratour

Blog Wisata Indonesia

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 November 2018 in WISATA LAMPUNG

 

Tag: , , , ,

Pesona Sunset Danau Tirta Gangga Lampung Tengah

Halo Sahabat eloratour, jumpa lagi setelah sekian lama kami tidak update artikel.  Kali ini eloratour akan membahas mengenai Danau Tirta gangga, salah satu tempat Wisata di Indonesia yang berada di Provinsi Lampung, yang terletak di wilayah Kabupaten Lampung Tengah.  Tirta Gangga merupakan sebuah danau seluas sekitar 200 hektar, yang terletak di Kampung Swanstikabuana, Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah, berjarak sekitar 60 kilometer dari Gunung Sugih — Ibu Kota kabupaten Lampung Tengah.

 

pesona-sunset-danau-tirta-gangga-lampung-tengah

Pesona Sunset Danau Tirta Gangga Lampung Tengah. Sumber: lampung . co

 

Akses dan Rute Menuju Danau Tirta Gangga Lampung Tengah

Perjalanan menuju ke tempat wisata yang juga disebut Taman Rekreasi Tirta Gangga tidak mudah, jalannya agak berlubang, kadang terbentukl kubangan saat hujan.  Lama perjalanan menuju TirtaGangga dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 40 menit dengan kendaraan pribadi.

Di sekitar Danau Tirta Gangga terdapat pemukiman masyarakat etnis Bali, sehingga jika kita berada di sana, aura budaya Hindu Bali sangat terasa.

 

Baca juga : Pantai Melasti di Pesisir Barat Lampung

 

Keunggulan Danau Tirta Gangga Seputih Banyak Lampung Tengah

danau-tirta-gangga-lampung-eloratour-blog-wisata-indonesia

Danau Tirtagangga diLampung Tengah. Sumber : desk gram . org

Pada waktu tertentu di tempat ini sering diadakan upacara ritual dan tarian dengan tata cara adat istiadat tradisional Bali. Di tengah danau Tirta Gangga terdapat sebuah Pura dan Patung Hanoman. Hamparan air yang luas dan rindangnya pepohonan di sekeliling menambah kesejukan danau Tirta Gangga yang menawan.  Panorama landscape dan arsitektur yang ada di Danau Tirtagangga, mampu menawan mata yang memandang.  Apalagi di kala senja, saat sunset tiba, pantulan sinar matahari pada permukaan air yang tersisa, menampilkan pesona keindahan danau tirta Gangga yang tersembunyi.

 

danau-tirta-gangga-lampung-eloratour

Taman Rekreasi Tirta Gangga Lampung Tengah. Sumber: malahayati .ac .id

 

Sejarah Danau Tirta Gangga Lampung Tengah

 

danau-tirta-gangga-seputih-banyak-lampung-tengah-eloratour-blog-wisata-indonesia

Danau Tirta Gangga di Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah. Sumber: traveling holic . com

Di lokasi Objek wisata Danau Tirta Gangga terdapat sebuah patung Bima yang sedang bertarung dengan Naga Nemburnawa, seperti kisah pewayangan dalam lakon Dewa Ruci. Dikisahkan sang Bima diperintahkan oleh Guru Dorna untuk mencari Tirta Prawita Adi. Diakhir kisah, setelah mengalahkan sang naga, Bima malah bertemu dengan Dewa Ruci dan mengetahui bahwa Tirta Prawita Adi sebenarnya tidak ada dan perintah Dorna tersebut hanya merupakan siasat licik untuk menyingkirkan Bima. Diakhir kisah, setelah mengalahkan sang naga,

 

Kondisi Danau Tirta Gangga Saat ini

Destinasi wisata di Lampung Tengah ini kondisinyalebih dari 50% dipenuhi tumbuhan enceng gondok, sehingga jika dilihat dari jarak jauh seperti sabana atau padang rumput.

 

Harapan ke Depan Tentang Danau Tirta Gangga

Taman Rekreasi Danau Tirta Gangga diharapkan mendapat perhatian lebih serius dari Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, dan Organisasi Kemasyarakatan setempat, sehingga bisa lebih mengundang para wisatawan untuk berkunjung ke sana.  Sebagaimana halnya Tempat Rekreasi Waduk Dam Raman, Metro Utara mulai mengeliat dengan keswadayaan masyarakat yang difasilitasi oleh beberapa aktivis di sana.

Yuk ke Danau Tirta Gangga Lampung Tengah, menikmati pesona keindahan sunsetnya

 

Baca juga : Tempat Wisata di Lampung.

 

 

 

eloratour
Blog Wisata Indonesia

 

Tag: , , , , , , , ,

Sawah Bertingkat Bantul, Tegalalangnya Metro Selatan

Kota Metro memiliki tempat wisata berupa sawah bertingkat yang berada di Kelurahan Bantul, Kecamatan Metro Selatan. Keindahan sawah bertingkat Bantul ini mengingatkan kita pada Sawah bertingkat di Desa Tegalalang, Ubud, Gianyar, Bali.

sawah-bertingkat-di-bantul-metro-selatan

Panorama Sawah Bertingkat di bantul, Metro, Lampung. Foto; tribun lampung

 

Sawah Bertingkat Bantul Spot Foto Keren di Kota Metro

Di lokasi sawah bertingkat Bantul ini pengujung bisa menikmati panorama alam yang ada, berupa hamparan sawah hijau bertingkat. Sebagian orang memilih datang pagi-pagi selepas Subuh hanya untuk berburu foto sunrise di sawah bertingkat Bantul, Metro Selatan ini.

Ada juga yang memilih datang di sore hari, sebab pemandangan sawah bertingkat dengan suasana sore di sana juga tak kalah menawan. Jika cuaca sedang kurang mendukung, Anda tak perlu kecewa. Hilir mudik para petani yang bekerja di sawah bisa menjadi obyek menarik foto menarik.

 

Foto Panorama Sawah Bertingkat Bantul Metro Selatan

Berikut ini foto tsawah bertingkat di Bantul, Metro Selatan. Kota Metro yang memiliki panorama alam sangat menawan.

foto-selfie-di-spot-sawah-bertingkat-bantul-metro-lampung

Foto Selfie di Spot Sawah Bertingkat Bantul Kota Metro, foto: imgrom @andri_febri_prasetya

foto-sawah-bertingkat-di-bantul-kota-metro

Sawah Bertingkat di bantul, Metro, foto: PerjalananKU

sawah-bertingkat-metro-lampung

panorama cantik Sawah Bertingkat, metro, Lampung. Foto: berbagi cerita

sawah-bertingkat-bantul-metro

Sawah Bertingkat bantul metero lampung, foto: traveleramatiran. blogspot. co.id

 

Yuk Wisata ke Sawah Bertingkat di bantul, Metro ?!

 

Menuju : Tempat Wisata di Lampung

 

 

 

Tag: , , , , ,

Ingin Tambah Cakep, Awet Muda, dan Hubungan Cintamu Langgeng, Datanglah ke Air Terjun Way Lalaan

Ingin tambah cakep, awet muda, dan hubungan cintamu langgeng, datanglah ke Air Terjun Way Lalaan, Lampung !  Syaratnya adalah: mandi dengan air mata bidadari dan mengucap janji sehidup semati di bawah pohon cinta dengan pasanganmu.  Berani mencoba ?!

air-terjun-way-lalaan-1-tanggamus

Air Terjun Way Lalaan 1, foto: Wisata Sumatera

 

Mitos di Seputar Air Terjun Way Lalaan

Mitos apa saja yang lekat keberadaannya dengan Air Terjun Way Lalaan ?

1. Mitos Air Mata Bidadari Air Terjun Way Lalaan

air-mata-bidadari-air-terjun-way-lalaan

Air Mata Bidadari Air Terjun Way Lalaan, foto: Ragam Wisata Indonesia

Air yang keluar dari celah-celah dinding bebatuan di Air Terjun Way Lalaan ini dipercaya sebagai air mata bidadari. Konon, jika orang mandi maupun membasuh muka dengan air mata bidadari itu makaorang tersebut akan tambah cakep, tambah ganteng bagi pria, tambah cantik bagi wanita, dan air mata bidadari juga dipercaya bisa membikin awet muda. Lagi-lagi ini hanyalah mitos semata. Banyak cerita ini yang berkembang di sekitar kawasan ini. Terlepas dari benar atau tidaknya.

2. Mitos Pohon Cinta Air Terjun Way Lalaan

pohon-cinta-air-terjun-way-lalaan

Pohon Cinta Air Terjun Way Lalaan, foto:Ragam Wisata Indonesia

Masyarakat sekitar mengenalnya dengan sebutan Pohon Kerincing, namun Orang-orang lebih mengenalnya dengan sebutan Pohon Cinta. Konon jika ada sepasang kekasih yang mengucap janji sehidup-semati di bawah pohon cinta, maka hubungan cinta mereka akan langgeng hingga maut memisahkan. Ini hanyalah mitos semata yang berkembang di masyarakat. Entah benar atau tidak, namun cukup banyak pengunjung yang duduk di pohon ini saat akhir pekan.

3. Mitos Batu Bertapa Air Terjun Way Lalaan

batu-bertapa-air-terjun-way-lalaan

Batu Bertapa Air Terjun Way Lalaan, foto: Ragam Wisata Indonesia

Konon pada zaman dahulu batu ini digunakan untuk bertapa. Sepintas batu ini menyerupai tempat duduk untuk bertapa. Batu ini terletak tak jauh dari Air Terjun Way Lalaan. Biasanya batu ini digunakan untuk duduk oleh wisatawan yang datang berkunjung.

 

Spot Wisata yang ada di Air Terjun Way Lalaan

Air Terjun Way Lalaan berjarak kurang lebih sekitar 8 Km dari Kotaagung, Ibukota Kabupaten Tanggamus, atau sekitar 80 Km dari Kota Bandar Lampung.  Air terjun Way Lalaan terletak di kaki Gunung Tanggamus dan merupakan air terjun bertingkat.  Jarak antara satu tingkatan dengan tingkat yang lain kurang lebih kurang 200 m.

Masyarakat sekitar memberi nama Air Terjun Way Lalaan 1 yang terletak di sebelah atas dan Air Terjun Way Lalaan 2 yang terletak disebelah bawah. Banyak wisatawan hanya mengunjungi Way Lalaan 1, sebab akses jalan menuju Way Lalaan 2 memang sulit, harus menuruni bukit yang cukup terjal, belum lagi dalam perjalanan pulang juga harus menaiki jalan yang terjal itu.

Air terjun Way Lalaan 1 yang memiliki tinggi 11 meter an ini berasal dari aliran sungai Way Lalaan yang bermuara ke Teluk Semangka. Air Terjun Way Lalaan telah di kenal sejak Tahun 1937, yakni sejak zaman pemerintahan kolonial Belanda.  Pada waktu itu mereka telah membuat tangga dari semacam semen untuk menuju ke lembah air terjun Way Lalaan. Di kawasan Air Terjun Way Lalaani batu-batu besar akan banyak Anda jumpai. Di air terjun yang mengalir ada di kolam besar menuju sungai kecil bisa digunakan untuk berenang. Banyak pengunjung yang memadati sungai kecil ini, karena selain airnya begitu bersih, juga menyegarkan. Air sungai ini akan menuju ke Air terjun Way Lalaan 2.

Konon, air terjun Way Lalaan II lebih tinggi dan alami, belum banyak sentuhan tangan manusia. Selain itu, pemandu juga akan membawa Anda menuju bendungan yang merupakan pusatnya air terjun Way Lalaan. Air dari bendungan inilah yang nantinya akan dibagi dua. Sebagian akan digunakan untuk irigasi persawahan dan sebagian yang lain akan mengalir ke air terjun Way Lalaan.

 

 

Sejarah Penamaan Air terjun Way Lalaan

Secara harafiah nama Way Lalaan yang diambil dari bahasa Lampung; way berarti air atau sungai, Lalaan berasal dari kata Lala yang artinya pedas, sehingga Way Lalaan itu memiliki arti “air atau sungai pedas“.  Ada kisah yang cukup menarik dengan penamaan air terjun ini. Way dalam bahasa Lampung berarti Air/Sungai. Konon penamaan Way Lalaan sendiri untuk menyeimbangkan nama air tejun yang terletak di sebelah selatan Air Terjun Way Lalaan yakni Air Terjun Way Kandis. Jika Way berarti Air/Sungai, maka kandis dalam bahasa Lampung berarti asam atau kecut.

Sayangnya  kini air terjun Way Kandis sudah tak ada lagi, yang tersisa hanyalah dusun yang masuk bagian dalam pekon (desa) Kampung Baru.Air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 8 meter ini berasal dari beberapa sungai (sumber mata air) yang ada di daerah hulu. Diantaranya Way Tulung Goreng, Way Tulung Gedung, Way Batu Kebulung dan Way Bidadari. Kumpulan air dari berbagai sungai inilah yang kemudian menuju bendungan.

 

Rute Menuju Air Terjun Way Lalaan

Rute menuju kesana cukup mudah, Jika dari Bandar Lampung, Air Terjun Way Lalaan terletak sebelum kita sampai ke Kota Agung, kita hanya tinggal membawa kendaraan melintasi jalan raya Bandar Lampung-Kota Agung, melewati Terminal Kemiling – Gedong Tataan – Gading – Pringsewu – Talang Padang – Gisting – Batu Kramat – Air Terjun Way Lalaan. Setelah melewati daerah Gisting, kita akan melewati daerah Batu Kramat yang ditandai jalan turunan dan berkelok-kelok. Melewati daerah ini saat cerah, kita bisa melihat indahnya pemandangan laut Teluk Semaka. Setelah melewati jalan ini akan ada papan petunjuk dan gerbang selamat datang Wisata Air Terjun Way Lalaan dengan desain ala Tanggamus.

Dari pintu gerbang dilanjutkan dengan berjalan menuruni anak tangga menurun sepanjang 75m dan harus melewati 130 anak tangga untuk dapat sampai di area air terjun. Anda harus melewati 130 anak tangga untuk bisa sampai di areal air terjun.

 

Panorama Indah Air Terjun Way Lalaan

air-terjun-way-lalaan-2-tanggamus-lampung

Air Terjun Way Lalaan 2, foto: indonesia-tourism

Pemandangan yang disuguhkan di lokasi menuju Air Terjun Way Lalaan sangat indah, area persawahan betingkat berada di sisi kanan areal air terjun ini. Sementara aneka pohon besar nan rindang siap menjadi payung Anda selama menuruni anak tangga. Jalanan mudah dilalui, karena sudah dipondasi dengan begitu kuat. Selain itu, di sisi kirinya ada tiang penyangga yang digunakan untuk pegangan.

Air terjun Way Lalaan kini dikelola oleh Dinas Pariwisata Tanggamus. Maka tak heran jika banyak fasilitas yang disediakan di sini. Selain berenang pengunjung juga bisa menyusuri kawasan hutan durian. Bahkan, saat musim durian tiba, pengunjung bebas makan durian yang tersedia di pohon. Ada tim yang khusus akan memetik durian, namun, bagi pengunjung yang ingin mengambil sendiri juga diperbolehkan. Kamar mandi, mushola dan area parkir yang luas juga tersedia disini. Banyak penjual aneka makanan yang berjualan di sini. Jadi, buat Anda yang tak sempat membawa bekal dari rumah, tak perlu khawatir. Bagi pengunjung dari luar kota, Anda juga bisa menginap di homestay yang bisa disewa.

 

 

Fasilitas
Fasilitas yang tersedia yaitu shelter, Kamar mandi, mushola dan area parkir yang luas juga tersedia disini. Banyak penjual makanan yang berjualan di sini.

Tiket masuk
membayar tiket masuk sebesar Rp5.000,- per orang. Lalu parkir motor Rp5.000,-.

Lokasi
Terletak di Desa Pekon Kampungbaru, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, Propinsi Lampung.

Peta dan Koordinat GPS: 5° 29′ 6.86″ S 104° 41′ 24.90″ E

Yuk Wisata ke Air Terjun Way Lalaan Lampung

 

Menuju : Tempat Wisata di Lampung

 

Tag: , , , , , , , ,

Taman Mini Tulang Bawang Bernama Kawasan Wisata Cakat Raya

Kabupaten Tulang Bawang memiliki tempat wisata bernama Kawasan Wisata Cakat Raya.  Kawasan wisata tersebut kawasan berisi bangunan adat dari beberapa suku. Dibangun di lahan seluas 3,5 hektar, kawasan wisata Cakat Raya  diantaranya sudah memiliki replikar Rumah Adat Batak Toba, Rumah Joglo, Rumah Adat Minang, serta miniatur Candi Prambanan.  Karena konsepnya itu, kemudian orang menyebut kawasan wisata Cakat Raya ini dengan nama “Taman Mini Tulang Bawang

kawasan-wisata-cakat-raya-tulang-bawang-lampung-blog-wisata-indonesia

Kawasan Wisata Cakat Raya Tulang Bawang, foto: JN Group

 

Cakat Raya Kawasan Wisata yang Keren buat Foto

Tulang Bawang sejak dulu dikenal sebagai kawasan transmigarasi, sehingga wilayah ini dihuni oleh beragam suku. Setelah sekian lama, daerah Tulang Bawang semakin berkembang, sampai akhirnya di tahun 1997 secara administratif berdiri sendiri Kabupaten Tulang Bawang. Sebagai penghargaan terhadap keberagaman tadi, dibangunlah kawasan wisata Cakat Raya yang berisi bangunan adat dari beberapa suku.

Di tempat wisata Kabupaten Tulang Bawang ini, para pengunjung dapat berfoto selfie di spot-spot rumah adat, serta menikmati panorama sekitar yang tak kalah indahnya. Rencananya, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang akan terus mengembangkan kawasan wisata ini, supaya lebih rapih dan menarik banyak pengunjung.

Berikut ini Foto Kawasan Wisata Cakat Raya :yang menampilkan keindahan panorama tempat wisata Kabupaten Tulang Bawang tersebut.

miniatur-candi-prambanan-di-cakat-raya

Miniatur candi Prambanan di Cakat Raya, foto: imgrum @diaansaputra

replika-rumah-adat-di-cakat-raya-tulang-bawang

Cakat Raya Tulang Bawang , foto: viva.co.id

spot-foto-candi-prambanan-cakat-raya-tulang-bawang

Spot Foto Cakat Raya : Miniatur Prambanan, foto: Pictame @lampung

 

Letak Lokasi Kawasan Wisata Cakat Raya Kabupaten Tulang Bawang

Kawasan wisata Cakat Raya terletak di Jalan Lintas Sumatera, Menggala Timur, Kabupaten Tulangbawang, Lampung.

 

Menuju >>  Tempat Wisata di Lampung

 

 

Tag: , , , , , , ,

Air Terjun Curup Sukaemi Salah Satu Air Terjun terindah di Lampung Utara

Curup Sukaemi merupakan salah satu air terjun terindah di Lampung Utara. Air terjun Sukaemi berada di Dusun Sinarogan, Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara.  Lokasinya berjarak sekitar 42 km dari Kotabumi, Ibukota Kabupaten Lampung Utara. Untuk mencapai lokasi Air Terjun Curup Sukaemi, salah satu air terjun terindah di Lampung Utara ini, dibutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 jam dari Kota Bandar Lampung.

air-terjun-curup-sukaemi-salah-satu-air-terjun-terindah-di-lampung-utara

Air Terjun Curup Sukaemi, salah satu yang terindah di Lampung Utara. Foto: ramdanimon

 

Curup Sukaemi Air Terjun Setinggi 80 Meter Dengan Panorama Menawan

Aliran Air Terjun Curup Sukaemi ini bersumber dari sebuah sungai Way Gendot, yang memiliki aliran yang cukup deras.  Air terjun ini memancur dari ketinggian 80 meter jika diukur dari titik jatuhnya air di bagian bawah.

Air terjun Sukaemi ini masih alami dan asri , berada di terngah-tengah perkebunan kopi warga, keindahannya sungguh mempesona, sehingga sebetulnya menyimpan potensi sebagai tempat tujuan wisata yang besar untuk dikembangkan bagi kesejahteraan masyarakat.

 

Foto Air Terjun Curup Sukaemi di Lampung Utara

Inilah foto Air Terjun Sukaemi yang memiliki panorama indah, dengan kondisi alamnya masih alami :

foto-air-terjun-curup-sukaemi

Air Terjun Curup Sukaemi di Lampung Utara. foto: hestiyt. blogspot. co. id

foto-air-terjun-curup-sukaemi-lampung-utara

Foto Bersama di Air Terjun Curup Sukaemi. foto: ramdanimon. files. wordpress. com

 

Kondisi Akses Jalan Menuju Air Terjun Curup Sukaemi

Untuk menuju lokasi air terjun Curup Sukaemi harus melewati jalan yang cukup terjal, beberapa titik bahkan memiliki sudut kemiringan 35 hingga 45 derajat.  Aksesibilitas jalan yang masih semi offroad itu memang cukup menantang bagi orang yang berjiwa petualang., namun tidak bagi mereka yang kurang menyukai petualangan.

kondisi-akses-jalan-menuju-air-terjun-curup-sukaemi

Kondisi Akses jalan Semi Offroad untuk Menuju Air Terjun Curup Sukaemi.foto: hestiyt. blogspot. co. id

Sangat di sayangkan, sampai saat ini tempat wisata di Lampung Utara ini belum tersentuh oleh pemerintah daerah setempat.  Akibatnya,akses jalan menuju ke Air Terjun Sukaemi masih dalam kondisi sulit dilewati, dan fasilitas penunjang tempat wisata itu belum memadai,

Dari pantauan di lapangan, akses jalan untuk menuju air terjun Curup Sukaemi yakni sepanjang 200 meter dari pemukiman warga menuju air terjun masih berupa tanah,sehingga ketika habis hujan, akses jalan tersebut menjadi sangat licin untuk dilalui.  Selain berakibat kurang nyaman pada wisatawan yang berkunjung, kondisi tersebut dapat membahayakan.

 

Menuju : Tempat Wisata di Lampung

 

 

Tag: , , , , ,

Tempat Ziarah Katolik Goa Maria Pajar Mataram Lampung Tengah

Goa Maria Pajar Mataram merupakan salah satu Tempat Ziarah Umat Katolik yang ada di Provinsi Lampung.  Goa Maria Pajar Mataram terletak di Desa Merapi, Kelurahan Fajar Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah.  Berdirinya Tempat Wisata Ziarah Katolik di Lampung Tengah di desa ini merupakan wujud dari kerinduan umat khatolik setempat kepada Bunda Maria akan adanya Goa Maria seperti di tempat asal mereka sebelum ditransmigrasi ke Lampung, yakni di lereng merapi, Yogyakarta.

goa-maria-pajar-mataram-blog-wisata-indonesia-eloratour

Goa Maria Pajar Mataram, Tempat Ziarah Umat Katolik di Lampung, foto: frans-armanto22

 

Goa Maria Pajar Mataram Lampung, Taman Doa Yang Tenang

Goa Maria Pajar Mataram dibangun di sebuah lokasi yang sangat strategis untuk berdoa dan bermeditasi. Tempatnya yang sunyi sehingga sering dikunjungi oleh peziarah – peziarah untuk berdoa secara pribadi.  Memasuki pintuk masuk Goa Maria Pajar Mataram umat tetap bisa merasakan ketenangan batin dan keheningan seperti Goa Maria di pulau Jawa.

Suguhan alam benar -benar melekat ketika peziarah berada di kawasan Goa Maria Pajar Mataram ini. Terdapat pula rute jalan salib yang melewati hamparan sawah dan ladang umat setempat. Tak heran jika cukup banyak umat katolik dari luar Provinsi Lampung maupun dari kabupaten selain kabupaten Lampung Tengah, datang untuk berziarah ke Goa Maria Pajar Mataram.

Untuk mendapatkan Info Paket Ziarah Katolik ke Goa Maria Pajar Mataram, hubungi link ini : Kontak Elora Tour & Adventure

goa-maria-pajar-mataram-blog-wisata-indonesia-eloratour

Umat paroki St. Lukas, Sunter, berziarah ke Goa Maria Pajar Mataram, foto: Paroki Santo Lukas Sunter

Suasana Desa Merapi ini sangat terasa seperti desa-desa di Jawa, karena mayoritas penduduk desa tersebut merupakan transmigran dari lereng merapi, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Patung Bunda Maria di Goa Maria Pajar Mataram ini juga di desain hampir sama dengan Goa Maria di Sendang Sono, Yogyakarta, namun ukurannya lebih kecil.

 

Sejarah Berdirinya Goa Maria Pajar Mataram Lampung

Berdirinya Goa Maria Pajar Mataram ini tak lepas dari keberadaan para transmigran yang berpindah dari Pulau Jawa ke Lampung. Pada waktu itu, umat Katolik Pajar Mataram termasuk umat yang masih muda. Sebagian besar berasal dari lereng Gunung Merapi, Jawa Tengah. Tingkat hidup mereka masih sangat sederhana. Sebagian besar dari mereka terdiri dari para petani yang mesti bekerja keras guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Beberapa dari mereka datang dari Muntilan, Jawa Tengah. Seperti halnya umat di Jawa Tengah pada umumnya, sebelum pindah ke Pajar Mataram orang-orang ini sering mengadakan ziarah ke Sendangsono untuk menghaturkan penghormatan khusus kepada Maria. Mereka menyampaikan permohonan atau mengucap syukur atas karunia Allah yang telah mereka terima lewat Maria. Suatu tradisi beriman yang bersahabat akrab dalam sanubari mereka. Namun seiring dengan perkembangan zaman, orang-orang yang kini berada di pajar Mataram ini tidak dapat lagi mengadakan ziarah secara rutin ke Sendangsono, karena faktor jarak tempuh yang semakin jauh dan beraneka ragam alasan lainnya. Namun kenangan, devosi dan kebiasaan yang telah tertanam di hati mereka tidak pudar.

Pada suatu hari, Pak Sejomursito mengungkapkan kerinduannya akan Sendangsono yang keramat dan menyejukkan hati itu juga ada di pajar Mataram. Andaikan di Pajar Mataram juga ada tempat ziarah seperti di Jawa, alangkah senangnya. Ia dapat melepaskan rindunya dan pasti akan ada banyak orang yang datang untuk berdoa di sana. Namun Pak Sejomursito sadar akan keadaan ekonomi yang kinim di Pajar Mataram. Untuk membangun tempat yang seperti ia maksudkan membutuhkan banyak biaya. Dan juga ia tidak tahu biaya itu dapat dicari dengan cara apa. Impian itu ia simpan saja dalam hati.

Pada suatu hari, Pak Hadi, seorang katekis yang bertugas di Pajar Mataram, mengungkapkan pikiran yang serupa dengan keinginan Pak Sejomursito, yaitu membangun tempat sejarah untuk menghormati Bunda Maria. Bapak Hadi rupanya juga sedang rindu akan devosi kepada Maria seperti yang pernah ia jalankan sebelumnya. Kerinduan iman Sejomursito dan Hadi segera sampai kepada umat Katolik yang ada di pajar Mataram. Umat menyambut gembira kerinduan hati kedua tokoh tersebut. Mulailah terjadi pembicaraan-pembicaraan yang serius antar umat yang intinya ingin membuat tempat ziarah untuk menghormati Bunda Maria. Tempat ziarah yang serupa dengan Sendangsono.

Pada tahun 1966 umat menyampaikan gagasan mereka kepada pastor stasi, yaitu Pastor Hans Sondermeijer, SCJ. Namun ia belum menjawabnya secara serius. Ia menganjurkan agar umat merencanakan secara matang pembangunan gua itu. “Kita menyadari bahwa umat memang sering mempunyai rencana atau cita-cita, tetapi biasanya mereka cepat lupa,” kata Pastor Sondermeijer waktu itu. Lantas ia menganjurkan agar umat perlu terlebih dahulu menabung untuk biaya pembangunan gua.

Lama setelah itu tidak terjadi apa-apa. Namun hasrat umat belum padam juga. Tiga tahun kemudian, yaitu sekitar tahun 1969, umat membicarakan kembali maksud hati mereka kepada pastor. Dan sejak saat itu sungguh-sungguh dimulai rencana untuk membangun Gua Maria. Modal pertama yang mereka peroleh adalah 12 ekor kambing pemberian Mgr. Henrisoesanta. Kambing-kambing itu adalah hadiah dari umat kepada Bapak Uskup pada waktu pemberkatan Gereja Pajar Mataram. Ke-12 ekor kambing itu melambang 12 kring yang ada di Pajar Mataram pada awal terbentuknya Gereja di tempat ini. Hadiah-hadiah berupa kambing itu dikembalikan Bapak Uskup kepada umat untuk dijadikan modal pembangunan gua. Umat semakin bersemangat mengumpulkan dana demi segera terlaksana pembangunan gua. Pastor Sondermeijer tetap menyemangati umat dalam mengumpulkan dana. (Diambil dari Buku “Menimba Rahmat dari Gua Maria Pajar Mataram” – hal 2-4)

 

Akses Menuju Goa Maria Pajar Mataram Lampung

Bagi peziarah yang berasal dari luar Lampung, yang datang dari Pulau Jawa, bisa menggunakan kendaraan pribadi atau bus dari pelabuhan Bakauheni menuju arah Tanjung Karang. Dan sesampainya di bundaran Sukarno-Hatta kemudian belok kanan menuju Bandar Jaya, dan sesampai daerah Bandar Jaya belok ke kanan menuju arah Merapi.

Sementara bagi peziarah yang datang dari arah Palembang,  Jambi, hingga SUmatera Utara, dapat melewati jalur lintas Sumatera dari arah Palembangmenuju Kota Bumi, kemudian lanjut ke arah Bandar Jaya, dan sesampai daerah Bandar Jaya belok ke kiri menuju arah Merapi.

 

Kembali ke : Tempat Wisata di Lampung

 

Tag: , , , , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: