RSS

Arsip Kategori: WISATA INDONESIA

Tempat Wisata di Indonesia, Tempat Wisata Menawan di Indonesia, Tempat Wisata Paling Menawan di Indonesia, dan Daftar Tempat Wisata Paling menawan di setiap Provinsi di Indonesia.

Taman Mini Tulang Bawang Bernama Kawasan Wisata Cakat Raya

Kabupaten Tulang Bawang memiliki tempat wisata bernama Kawasan Wisata Cakat Raya.  Kawasan wisata tersebut kawasan berisi bangunan adat dari beberapa suku. Dibangun di lahan seluas 3,5 hektar, kawasan wisata Cakat Raya  diantaranya sudah memiliki replikar Rumah Adat Batak Toba, Rumah Joglo, Rumah Adat Minang, serta miniatur Candi Prambanan.  Karena konsepnya itu, kemudian orang menyebut kawasan wisata Cakat Raya ini dengan nama “Taman Mini Tulang Bawang

kawasan-wisata-cakat-raya-tulang-bawang-lampung-blog-wisata-indonesia

Kawasan Wisata Cakat Raya Tulang Bawang, foto: JN Group

 

Cakat Raya Kawasan Wisata yang Keren buat Foto

Tulang Bawang sejak dulu dikenal sebagai kawasan transmigarasi, sehingga wilayah ini dihuni oleh beragam suku. Setelah sekian lama, daerah Tulang Bawang semakin berkembang, sampai akhirnya di tahun 1997 secara administratif berdiri sendiri Kabupaten Tulang Bawang. Sebagai penghargaan terhadap keberagaman tadi, dibangunlah kawasan wisata Cakat Raya yang berisi bangunan adat dari beberapa suku.

Di tempat wisata Kabupaten Tulang Bawang ini, para pengunjung dapat berfoto selfie di spot-spot rumah adat, serta menikmati panorama sekitar yang tak kalah indahnya. Rencananya, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang akan terus mengembangkan kawasan wisata ini, supaya lebih rapih dan menarik banyak pengunjung.

Berikut ini Foto Kawasan Wisata Cakat Raya :yang menampilkan keindahan panorama tempat wisata Kabupaten Tulang Bawang tersebut.

miniatur-candi-prambanan-di-cakat-raya

Miniatur candi Prambanan di Cakat Raya, foto: imgrum @diaansaputra

replika-rumah-adat-di-cakat-raya-tulang-bawang

Cakat Raya Tulang Bawang , foto: viva.co.id

spot-foto-candi-prambanan-cakat-raya-tulang-bawang

Spot Foto Cakat Raya : Miniatur Prambanan, foto: Pictame @lampung

 

Letak Lokasi Kawasan Wisata Cakat Raya Kabupaten Tulang Bawang

Kawasan wisata Cakat Raya terletak di Jalan Lintas Sumatera, Menggala Timur, Kabupaten Tulangbawang, Lampung.

 

Menuju : Tempat Wisata di Lampung

 

Iklan
 

Tag: , , , , , , ,

Air Terjun Curup Sukaemi Salah Satu Air Terjun terindah di Lampung Utara

Curup Sukaemi merupakan salah satu air terjun terindah di Lampung Utara. Air terjun Sukaemi berada di Dusun Sinarogan, Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara.  Lokasinya berjarak sekitar 42 km dari Kotabumi, Ibukota Kabupaten Lampung Utara. Untuk mencapai lokasi Air Terjun Curup Sukaemi, salah satu air terjun terindah di Lampung Utara ini, dibutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 jam dari Kota Bandar Lampung.

air-terjun-curup-sukaemi-salah-satu-air-terjun-terindah-di-lampung-utara

Air Terjun Curup Sukaemi, salah satu yang terindah di Lampung Utara. Foto: ramdanimon

 

Curup Sukaemi Air Terjun Setinggi 80 Meter Dengan Panorama Menawan

Aliran Air Terjun Curup Sukaemi ini bersumber dari sebuah sungai Way Gendot, yang memiliki aliran yang cukup deras.  Air terjun ini memancur dari ketinggian 80 meter jika diukur dari titik jatuhnya air di bagian bawah.

Air terjun Sukaemi ini masih alami dan asri , berada di terngah-tengah perkebunan kopi warga, keindahannya sungguh mempesona, sehingga sebetulnya menyimpan potensi sebagai tempat tujuan wisata yang besar untuk dikembangkan bagi kesejahteraan masyarakat.

 

Foto Air Terjun Curup Sukaemi di Lampung Utara

Inilah foto Air Terjun Sukaemi yang memiliki panorama indah, dengan kondisi alamnya masih alami :

foto-air-terjun-curup-sukaemi

Air Terjun Curup Sukaemi di Lampung Utara. foto: hestiyt. blogspot. co. id

foto-air-terjun-curup-sukaemi-lampung-utara

Foto Bersama di Air Terjun Curup Sukaemi. foto: ramdanimon. files. wordpress. com

 

Kondisi Akses Jalan Menuju Air Terjun Curup Sukaemi

Untuk menuju lokasi air terjun Curup Sukaemi harus melewati jalan yang cukup terjal, beberapa titik bahkan memiliki sudut kemiringan 35 hingga 45 derajat.  Aksesibilitas jalan yang masih semi offroad itu memang cukup menantang bagi orang yang berjiwa petualang., namun tidak bagi mereka yang kurang menyukai petualangan.

kondisi-akses-jalan-menuju-air-terjun-curup-sukaemi

Kondisi Akses jalan Semi Offroad untuk Menuju Air Terjun Curup Sukaemi.foto: hestiyt. blogspot. co. id

Sangat di sayangkan, sampai saat ini tempat wisata di Lampung Utara ini belum tersentuh oleh pemerintah daerah setempat.  Akibatnya,akses jalan menuju ke Air Terjun Sukaemi masih dalam kondisi sulit dilewati, dan fasilitas penunjang tempat wisata itu belum memadai,

Dari pantauan di lapangan, akses jalan untuk menuju air terjun Curup Sukaemi yakni sepanjang 200 meter dari pemukiman warga menuju air terjun masih berupa tanah,sehingga ketika habis hujan, akses jalan tersebut menjadi sangat licin untuk dilalui.  Selain berakibat kurang nyaman pada wisatawan yang berkunjung, kondisi tersebut dapat membahayakan.

 

Menuju : Tempat Wisata di Lampung

 

 

Tag: , , , , ,

Air Terjun Curup Selampung Tempat Wisata di Lampung Utara

Air Terjun Curup Selampung terletak di Dusun Olak Nila, Desa Gunung Betuah, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara, Propinsi Lampung. Curup Selampung berjarak sekitar 10 km dari ibukota Kecamatan Ogan Lima, atau 35 km dari Kota Bumi, yang merupakan Ibukota Kabupaten Lampung Utara.

air-terjun-curup-selampung-blog-wisata-indonesia-eloratour

Air Terjun Curup Selampung, Kabupaten Lampung Utara, foto: TripTrus

 

Curup Selampung Tempat Wisata Alam yang Asri di Lampung Utara 

Air Terjun Curup Selampung ditemukan pada tahun 1937 oleh alm. Selampung dari Desa Negara Sakti, Kecamatan Pakuon Ratu. Tempat wisata di Lampung Utara ini memiliki panorama yang indah, dengan alam sekelilingnya yang masih hijau asri.  Suasana sejuk dengan udara segar dapat kita nikmati di Curup Selampung.

Curup Selampung terdiri dari dua air terjun, yang pertama memiliki ketinggian terjun sekitar 12 m, dengan lebar penampang air sekitar 15 m, dan di bawah air terjun ini terdapat goa, dengan kedalaman air sekitar 7 m. Air terjun kedua memiliki ketinggian terjun sekitar 20 m, dengan lebar penampang air sekitar 3 m.

 

Cerita Misteri dan Harta Karun Peninggalan Jepang di Curup Selampung

goa-air-terjun-curup-selampung

Curup Selampung air terjun yang menyimpan Misteri, foto: wisata-lampung.blogspot.com

Konon dari informasi yang beredar, Curup Selampung menyimpan misteri.  Curup ini dianggap menyimpan cerita mistis, sebab pada malam-malam tertentu konon banyak warga mendengar suara tentara sedang baris di sekitar air terjun. Cerita tentang Goa yang ada di bawah air terjun Curup Selampung juga masih misteri.

Tak sedikit pula warga yang datang ke air terjun ini untuk mencari harta karun yang kabarnya adalah harta peninggalan pasukan Jepang.

 

Menuju : Tempat Wisata di Lampung

 

Tag: , , ,

Tempat Ziarah Katolik Goa Maria Pajar Mataram Lampung Tengah

Goa Maria Pajar Mataram merupakan salah satu Tempat Ziarah Umat Katolik yang ada di Provinsi Lampung.  Goa Maria Pajar Mataram terletak di Desa Merapi, Kelurahan Fajar Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah.  Berdirinya Tempat Wisata Ziarah Katolik di Lampung Tengah di desa ini merupakan wujud dari kerinduan umat khatolik setempat kepada Bunda Maria akan adanya Goa Maria seperti di tempat asal mereka sebelum ditransmigrasi ke Lampung, yakni di lereng merapi, Yogyakarta.

goa-maria-pajar-mataram-blog-wisata-indonesia-eloratour

Goa Maria Pajar Mataram, Tempat Ziarah Umat Katolik di Lampung, foto: frans-armanto22

 

Goa Maria Pajar Mataram Lampung, Taman Doa Yang Tenang

Goa Maria Pajar Mataram dibangun di sebuah lokasi yang sangat strategis untuk berdoa dan bermeditasi. Tempatnya yang sunyi sehingga sering dikunjungi oleh peziarah – peziarah untuk berdoa secara pribadi.  Memasuki pintuk masuk Goa Maria Pajar Mataram umat tetap bisa merasakan ketenangan batin dan keheningan seperti Goa Maria di pulau Jawa.

Suguhan alam benar -benar melekat ketika peziarah berada di kawasan Goa Maria Pajar Mataram ini. Terdapat pula rute jalan salib yang melewati hamparan sawah dan ladang umat setempat. Tak heran jika cukup banyak umat katolik dari luar Provinsi Lampung maupun dari kabupaten selain kabupaten Lampung Tengah, datang untuk berziarah ke Goa Maria Pajar Mataram.

Untuk mendapatkan Info Paket Ziarah Katolik ke Goa Maria Pajar Mataram, hubungi link ini : Kontak Elora Tour & Adventure

goa-maria-pajar-mataram-blog-wisata-indonesia-eloratour

Umat paroki St. Lukas, Sunter, berziarah ke Goa Maria Pajar Mataram, foto: Paroki Santo Lukas Sunter

Suasana Desa Merapi ini sangat terasa seperti desa-desa di Jawa, karena mayoritas penduduk desa tersebut merupakan transmigran dari lereng merapi, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Patung Bunda Maria di Goa Maria Pajar Mataram ini juga di desain hampir sama dengan Goa Maria di Sendang Sono, Yogyakarta, namun ukurannya lebih kecil.

 

Sejarah Berdirinya Goa Maria Pajar Mataram Lampung

Berdirinya Goa Maria Pajar Mataram ini tak lepas dari keberadaan para transmigran yang berpindah dari Pulau Jawa ke Lampung. Pada waktu itu, umat Katolik Pajar Mataram termasuk umat yang masih muda. Sebagian besar berasal dari lereng Gunung Merapi, Jawa Tengah. Tingkat hidup mereka masih sangat sederhana. Sebagian besar dari mereka terdiri dari para petani yang mesti bekerja keras guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Beberapa dari mereka datang dari Muntilan, Jawa Tengah. Seperti halnya umat di Jawa Tengah pada umumnya, sebelum pindah ke Pajar Mataram orang-orang ini sering mengadakan ziarah ke Sendangsono untuk menghaturkan penghormatan khusus kepada Maria. Mereka menyampaikan permohonan atau mengucap syukur atas karunia Allah yang telah mereka terima lewat Maria. Suatu tradisi beriman yang bersahabat akrab dalam sanubari mereka. Namun seiring dengan perkembangan zaman, orang-orang yang kini berada di pajar Mataram ini tidak dapat lagi mengadakan ziarah secara rutin ke Sendangsono, karena faktor jarak tempuh yang semakin jauh dan beraneka ragam alasan lainnya. Namun kenangan, devosi dan kebiasaan yang telah tertanam di hati mereka tidak pudar.

Pada suatu hari, Pak Sejomursito mengungkapkan kerinduannya akan Sendangsono yang keramat dan menyejukkan hati itu juga ada di pajar Mataram. Andaikan di Pajar Mataram juga ada tempat ziarah seperti di Jawa, alangkah senangnya. Ia dapat melepaskan rindunya dan pasti akan ada banyak orang yang datang untuk berdoa di sana. Namun Pak Sejomursito sadar akan keadaan ekonomi yang kinim di Pajar Mataram. Untuk membangun tempat yang seperti ia maksudkan membutuhkan banyak biaya. Dan juga ia tidak tahu biaya itu dapat dicari dengan cara apa. Impian itu ia simpan saja dalam hati.

Pada suatu hari, Pak Hadi, seorang katekis yang bertugas di Pajar Mataram, mengungkapkan pikiran yang serupa dengan keinginan Pak Sejomursito, yaitu membangun tempat sejarah untuk menghormati Bunda Maria. Bapak Hadi rupanya juga sedang rindu akan devosi kepada Maria seperti yang pernah ia jalankan sebelumnya. Kerinduan iman Sejomursito dan Hadi segera sampai kepada umat Katolik yang ada di pajar Mataram. Umat menyambut gembira kerinduan hati kedua tokoh tersebut. Mulailah terjadi pembicaraan-pembicaraan yang serius antar umat yang intinya ingin membuat tempat ziarah untuk menghormati Bunda Maria. Tempat ziarah yang serupa dengan Sendangsono.

Pada tahun 1966 umat menyampaikan gagasan mereka kepada pastor stasi, yaitu Pastor Hans Sondermeijer, SCJ. Namun ia belum menjawabnya secara serius. Ia menganjurkan agar umat merencanakan secara matang pembangunan gua itu. “Kita menyadari bahwa umat memang sering mempunyai rencana atau cita-cita, tetapi biasanya mereka cepat lupa,” kata Pastor Sondermeijer waktu itu. Lantas ia menganjurkan agar umat perlu terlebih dahulu menabung untuk biaya pembangunan gua.

Lama setelah itu tidak terjadi apa-apa. Namun hasrat umat belum padam juga. Tiga tahun kemudian, yaitu sekitar tahun 1969, umat membicarakan kembali maksud hati mereka kepada pastor. Dan sejak saat itu sungguh-sungguh dimulai rencana untuk membangun Gua Maria. Modal pertama yang mereka peroleh adalah 12 ekor kambing pemberian Mgr. Henrisoesanta. Kambing-kambing itu adalah hadiah dari umat kepada Bapak Uskup pada waktu pemberkatan Gereja Pajar Mataram. Ke-12 ekor kambing itu melambang 12 kring yang ada di Pajar Mataram pada awal terbentuknya Gereja di tempat ini. Hadiah-hadiah berupa kambing itu dikembalikan Bapak Uskup kepada umat untuk dijadikan modal pembangunan gua. Umat semakin bersemangat mengumpulkan dana demi segera terlaksana pembangunan gua. Pastor Sondermeijer tetap menyemangati umat dalam mengumpulkan dana. (Diambil dari Buku “Menimba Rahmat dari Gua Maria Pajar Mataram” – hal 2-4)

 

Akses Menuju Goa Maria Pajar Mataram Lampung

Bagi peziarah yang berasal dari luar Lampung, yang datang dari Pulau Jawa, bisa menggunakan kendaraan pribadi atau bus dari pelabuhan Bakauheni menuju arah Tanjung Karang. Dan sesampainya di bundaran Sukarno-Hatta kemudian belok kanan menuju Bandar Jaya, dan sesampai daerah Bandar Jaya belok ke kanan menuju arah Merapi.

Sementara bagi peziarah yang datang dari arah Palembang,  Jambi, hingga SUmatera Utara, dapat melewati jalur lintas Sumatera dari arah Palembangmenuju Kota Bumi, kemudian lanjut ke arah Bandar Jaya, dan sesampai daerah Bandar Jaya belok ke kiri menuju arah Merapi.

 

Kembali ke : Tempat Wisata di Lampung

 

Tag: , , , , , , , ,

Curup Rejosari Air Terjun Cantik di Natar Lampung Selatan

curup-rejosari-natar-lampung-eloratour

Curup Rejosari, Natar, lampung Selatan, foto: @sela_anjani31

 

Air terjun Curup Rejosari Natar Lampung Selatan

Air Terjun bernama Curup Rejosari terletak di Desa Rejosari, yakni satu desa yang berada di kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Indonesia.

 

Foto Curup Rejosari Natar Lampung Selatan

Berikut ini beberapa foto yang menampilkan kecantikan air terjun curup Rejosari :

curup-rejosari-tempat-wisata-di-lampung

Air Terjun Rejosari Natar Lampung, foto: @nisa_caca24

 

curup-rejosari-air-terjun-di-natar-lampung-selatan

Curug Rejosari natar Lampung Selatan, foto: socimage.com

 

Gimana, penasaran mau ke Curup Rejosari Natar kan ?!

 

Baca juga : Tempat Wisata di Lampung

 

 

 

Tag: , , ,

Wira Garden Taman Wisata Alam di Bandar Lampung

wira-garden-taman-wisata-alam-di-bandar-lampung

Taman Wisata Alam Wira Garden Bandar Lampung, foto: Photagram, tourismlampung.com

Wira Garden Bandar Lampung Tempat Wisata Hijau Nan Alami  

Jika Anda sedang berada di Kota Bandar Lampung dan merasa bosan pada panorama pantai, dan ingin menikmati suasana pegunungan dengan sungai yang mengelilinginya, maka Wira Garden merupakan tempat wisata yang pas untuk didatangi. Wira Garden adalah tempat Wisata Alam yang ada di Bandar Lampung, tepatnya berada di Jl. Wan Adburahman, Batu Putu, Teluk Betung Utara, Bandarlampung, Lampung.  Lokasinya relatif dekat dari pusat kota Bandar Lampung, kira-kira 30 menit berkendara.  Panorama Taman Wisata Alam Wira Garden Bandar Lampung yang hijau menawan, membuatnya menjadi salah satu objek wisata yang cukup diminati wisatawan Lampung.

Berada di sebelah tempat wisata lain bernama Taman Wisata Bumi Kedaton, Wira Garden Lampung menawarkan keindahan panorama alam yang cukup indah menawan, dengan suasana hijau dan sejuk. Di sini kita bisa melihat keindahan luar biasa dan panorama alami yang membuat mata kita cukup betah untuk berada disana. Kita bisa mendapati sungai yang terbentang dari hulu ke hilir, sayang air sungainya tidak terlalu jernih. Pihak pengelola  mengijinkan pengunjung jika mau berenang di sepanjang sungai itu karena telah disiapkan tempat untuk membilas badan ada pada bagian pinggir sungai, yaitu bilik kamar mandi.  Meski airnya kurang jernih, namun kebersihan sungai yang melintas di Obyek Wisata Wira Garden cukup terjaga. Di tempat ini juga terdapat kolam besar untuk berenang.

Kita juga bisa memuaskan diri foto selfie maupun wefie di Wira Garden, sebab di sini sudah tersedia semacam spot foto buatan yang terletak diketinggian.  Selain itu tebing alami juga bisa menjadi lokasi foto selfie yang menarik dan tidak di semua tempat ada.

 

Wira Garden Lokasi Outbound di Bandar Lampung

wira-garden-lokasi-outbound-di-lampung-eloratour

Wira Garden Lokasi Gathering & Outbound di Lampung, foto: FKAR Bandar Lampung, di24.blogspot, beritapmikomet.blogspot.com, fmibandarlampung

Wira Garden sangat cocok dijadikan tempat untuk acara family gathering, outbound, tempat berkemah, acara kantor, dan sebagainya. Suasana alam yang sangat asli membuat Anda betah ketika berlibur di sana.  Wira Garden merupakan salah satu lokasi Outbound di Bandar Lampung.  Tempatnya yang cukup luas, kondisi yang masih alami, memiliki sungai dan tebing, menjadikan Wira Garden cocok untuk menyelenggarakan fun games dan capacity building outbound.

Baca juga : Paket Outbound di Lampung

wira-garden-lampung-berkuda

Berkuda di Wira Garden Bandar Lampung, foto: Catatan Perjalanan Jumanto

Wira Garden sangat cocok dijadikan tempat berkumpul bersama keluarga, Berbagai fasilitas yang ditawarkan mulai dari taman bermain anak, dan sungai berbatu arum jeram ini. Selain itu juga disini terdapat lahan yang cukup luas bernuansa alami yang biasa dipakai untuk tempat perkemahan atau konser, yang terletak di seberang sungai. Untuk mencapai lokasi ini kita harus melewati jembatan kayu rotan yang telah dibuat untuk melewati sungai ini.

 

Wira Garden Punya Sumber Mata Air Awet Muda

sumber-air-awet-muda-wira-garden-lampung-eloratour

Legenda Mata Air Awet Muda di Wira Garden, foto: jelajahlampung

Wira Garden ternyata memiliki sumber mata air awet muda yang konon katanya dipercaya oleh masyarakat Batu Putu sebagai tempat tinggal seorang lelaki yang sangat sakti. Menurut masyarakat setempat, konon dahulu kala orang sakti ini pergi ke hutan untuk melawan seekor makhluk buas yang juga sakti dari situlah muncul legenda air awet muda.

Buat kalian yang masih penasaran bisa datang ke Wira Garden Lampung.

 

Yuk ke Wira Garden Lampung !!

 

Baca juga : Tempat Wisata di Lampung

 

Tag: , , , , , , , ,

Nuwo Sesat Olok Gading Obyek Wisata Sejarah di Bandar Lampung

nuwo-sesat-olok-gading-bandar-lampung-eloratour

Nuwo Sesat Olok Gading, Bandar Lampung, foto : TripAdvisor

 

Nuwo Sesat Rumah Adat Lampung Bersejarah yang Ada di Bandar Lampung

 

Tiap daerah di Indonesia tentu memiliki rumah adat yang menjadi ciri khas dan kebanggaan masyarakat. Begitu pun dengan Lampung yang memiliki Nuwo Sesat. Tak sulit menemukan bentuk rumah adat masyarakat Lampung yang memiliki nilai sejarah dan budaya ini.  Salah satunya adalah Rumah Adat Lamban Dalom Marga Balak yang terletak di Jalan Dr Setia Budi, Kelurahan Negeri Olok Gading, Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung. Rumah Adat Nuwo Sesat Olok Gading hingga kini cukup terjaga kondisinya, masih berdiri kokoh dan terawat cukup baik.

 

nuwo-sesat-olok-gading-lampung-eloratour

Nuwo Sesat Olok Gading, terlihat kondisinya masih terjaga, foto : Traveling Holic

 

 

Bagi anda yang belum mengenal rumah adat Lampung, bangunan ini tidak jauh berbeda dengan rumah adat daerah Sumatera. Ciri khas Nuwo Sesat yaitu struktur bangunan berbentuk rumah panggung dengan material kayu sebagai material konstruksinya. Rumah panggung konon dibangun sebagai solusi atas kondisi alam Sumatera. Rumah panggung membuat warga aman dari ancaman banjir bahkan hewam buas yang sewaktu waktu menyerang.

Khusus untuk Lamban Dalom Marga Balak yang merupakan saah satu rumah adat Lampung, terdiri dari dua bagian bangunan. Bagian bawah rumah yang didominasi pasak kayu berukuran besar disulap menjadi ruangan pertemuan. Bentuk bangunan ini merupakan modifikasi di era modern. Sebab pada zaman dahulu bagian bawah rumah lebih banyak digunakan sebagai tempat menumpuk kayu bakar, kandang ternak, lumbung padi atau fungsi lainnya.Sememtara pada bagian atas, yang diakses melalui dua buah anak tangga yang saling berhadapan merupakan bangunan utama rumah.Teras, ruang tamu hingga kamar berada di bagian utama ini.

 

Nuwo Sesat Olong Gading Salah Satu Obyek Wisata Budaya di Bandar Lampung

teras-nuwo-sesat-olok-gading-bandarlampung

Foto Tampak Samping dan Foto teras Nuwo Sesat Olok Gading, foto: TripAdvisor

Sebagai informasi rumah adat yang ditemui Kampung Negeri Olok Gading ini usianya sudah sangat tua. Tahukah Anda bahwa Nuwo Sesat ini usianya sudah mencapai 130 tahun? Dulunya, bangunan ini digunakan sebagai tempat pertemuan atau balai para warga sekitar. Rumah Adat Lamban Dalom Marga Balak yang merupakan tempat kebandaran tertinggi bagi adat Lampung Pesisir Saibatin yang ada di Kota Bandar Lampung. Lamban Dalom tersebut diperkirakan sudah berdiri sebelum abad ke 19.  Sebagai bangunan yang berumur lebih dari 130 tahun, Nuwo sesat Olok Gading merupakan salah satu obyek wisata budaya yang dimiliki Kota Bandar Lampung.

Pemilik Lamban Dalom sekaligus keturunan ke 17 dari Minak Pati Penjurit gelar Datuk Panglima Muda (Buai Runjung), M Yusuf Erdiansyah gelar Gusti Pangeran Igama Ratu menuturkan, rumah tersebut sebagian besar konstruksinya masih asli.

 

Nuwo Sesat Olong Gading Selamat Dari letusan Krakatau Tahun 1883

“Pada saat Gunung Krakatau meletus abad 19, lamban ini beruntung hanya mengalami kerusakan kecil, padahal rumah-rumah penduduk lainnya rata dengan tanah,”ujarnya.

Di dalam Lamban, M Yusuf menunjukan beberapa barang-barang kuno peninggalan berupa tombak (payan), parang,singgasana/tempat pelaminan, tampan/wadah, serta alat musik gong. Perkakas tersebut, pada masanya merupakan perlengkapan kebandaran yang digunakan dalam upacara adat atau kegiatan sehari-hari. Jadi dengan kata lain, barang tadi menyimpan nilai historis yang berharga di masyarakat sebagai pengetahuan akan budaya setempat.

“Semuanya merupakan peninggalan kuno,sebenarnya banyak peninggalan lainnya seperti Al Quran tulisan tangan dan siger perak kuno yang sekarang entah tercecer kemana ketika adanya renovasi lamban pada tahun 90an,” ujar Yusuf.

Sekretaris Lamban Dalom (isi Lamban) M Ali gelar Khadin Imbang mengatakan, di Bandar Lampung ada tiga kebandaran Lampung Pesisir, yaitu kebandaran Marga Balak, kebandaran Marga Lunik, dan kebandaran Marga Bumi Waras.Kebandaran Marga Balak membawahi dua kebandaran tersebut, dan menaungi 13 belas Penyimbang, yang meliputi wilayah Tanjungkarang-Simpur, Srengsem (Panjang) dan Lempasing (Telukbetung).

Selain Lamban Dalom Marga Balak, di Kota Bandar Lampung juga masih ada dua rumah adat lainnya yang bisa dikunjungi.

Tiga rumah adat itu yakni Rumah Adat Bathin Tihang Pemuka di Jalan Indra Bangsawan Kecamatan Rajabasa dan Rumah Adat Sesat Agung di Jalan Beringin Kecamatan Labuhan Ratu.

 

 

Sumber:

Tribun Lampung

 

 

Tag: , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: