RSS

Tempat Ziarah Katolik Goa Maria Pajar Mataram Lampung Tengah

12 Apr

Goa Maria Pajar Mataram merupakan salah satu Tempat Ziarah Umat Katolik yang ada di Provinsi Lampung.  Goa Maria Pajar Mataram terletak di Desa Merapi, Kelurahan Fajar Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah.  Berdirinya Tempat Wisata Ziarah Katolik di Lampung Tengah di desa ini merupakan wujud dari kerinduan umat khatolik setempat kepada Bunda Maria akan adanya Goa Maria seperti di tempat asal mereka sebelum ditransmigrasi ke Lampung, yakni di lereng merapi, Yogyakarta.

goa-maria-pajar-mataram-blog-wisata-indonesia-eloratour

Goa Maria Pajar Mataram, Tempat Ziarah Umat Katolik di Lampung, foto: frans-armanto22

 

Goa Maria Pajar Mataram Lampung, Taman Doa Yang Tenang

Goa Maria Pajar Mataram dibangun di sebuah lokasi yang sangat strategis untuk berdoa dan bermeditasi. Tempatnya yang sunyi sehingga sering dikunjungi oleh peziarah – peziarah untuk berdoa secara pribadi.  Memasuki pintuk masuk Goa Maria Pajar Mataram umat tetap bisa merasakan ketenangan batin dan keheningan seperti Goa Maria di pulau Jawa.

Suguhan alam benar -benar melekat ketika peziarah berada di kawasan Goa Maria Pajar Mataram ini. Terdapat pula rute jalan salib yang melewati hamparan sawah dan ladang umat setempat. Tak heran jika cukup banyak umat katolik dari luar Provinsi Lampung maupun dari kabupaten selain kabupaten Lampung Tengah, datang untuk berziarah ke Goa Maria Pajar Mataram.

Untuk mendapatkan Info Paket Ziarah Katolik ke Goa Maria Pajar Mataram, hubungi link ini : Kontak Elora Tour & Adventure

goa-maria-pajar-mataram-blog-wisata-indonesia-eloratour

Umat paroki St. Lukas, Sunter, berziarah ke Goa Maria Pajar Mataram, foto: Paroki Santo Lukas Sunter

Suasana Desa Merapi ini sangat terasa seperti desa-desa di Jawa, karena mayoritas penduduk desa tersebut merupakan transmigran dari lereng merapi, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Patung Bunda Maria di Goa Maria Pajar Mataram ini juga di desain hampir sama dengan Goa Maria di Sendang Sono, Yogyakarta, namun ukurannya lebih kecil.

 

Sejarah Berdirinya Goa Maria Pajar Mataram Lampung

Berdirinya Goa Maria Pajar Mataram ini tak lepas dari keberadaan para transmigran yang berpindah dari Pulau Jawa ke Lampung. Pada waktu itu, umat Katolik Pajar Mataram termasuk umat yang masih muda. Sebagian besar berasal dari lereng Gunung Merapi, Jawa Tengah. Tingkat hidup mereka masih sangat sederhana. Sebagian besar dari mereka terdiri dari para petani yang mesti bekerja keras guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Beberapa dari mereka datang dari Muntilan, Jawa Tengah. Seperti halnya umat di Jawa Tengah pada umumnya, sebelum pindah ke Pajar Mataram orang-orang ini sering mengadakan ziarah ke Sendangsono untuk menghaturkan penghormatan khusus kepada Maria. Mereka menyampaikan permohonan atau mengucap syukur atas karunia Allah yang telah mereka terima lewat Maria. Suatu tradisi beriman yang bersahabat akrab dalam sanubari mereka. Namun seiring dengan perkembangan zaman, orang-orang yang kini berada di pajar Mataram ini tidak dapat lagi mengadakan ziarah secara rutin ke Sendangsono, karena faktor jarak tempuh yang semakin jauh dan beraneka ragam alasan lainnya. Namun kenangan, devosi dan kebiasaan yang telah tertanam di hati mereka tidak pudar.

Pada suatu hari, Pak Sejomursito mengungkapkan kerinduannya akan Sendangsono yang keramat dan menyejukkan hati itu juga ada di pajar Mataram. Andaikan di Pajar Mataram juga ada tempat ziarah seperti di Jawa, alangkah senangnya. Ia dapat melepaskan rindunya dan pasti akan ada banyak orang yang datang untuk berdoa di sana. Namun Pak Sejomursito sadar akan keadaan ekonomi yang kinim di Pajar Mataram. Untuk membangun tempat yang seperti ia maksudkan membutuhkan banyak biaya. Dan juga ia tidak tahu biaya itu dapat dicari dengan cara apa. Impian itu ia simpan saja dalam hati.

Pada suatu hari, Pak Hadi, seorang katekis yang bertugas di Pajar Mataram, mengungkapkan pikiran yang serupa dengan keinginan Pak Sejomursito, yaitu membangun tempat sejarah untuk menghormati Bunda Maria. Bapak Hadi rupanya juga sedang rindu akan devosi kepada Maria seperti yang pernah ia jalankan sebelumnya. Kerinduan iman Sejomursito dan Hadi segera sampai kepada umat Katolik yang ada di pajar Mataram. Umat menyambut gembira kerinduan hati kedua tokoh tersebut. Mulailah terjadi pembicaraan-pembicaraan yang serius antar umat yang intinya ingin membuat tempat ziarah untuk menghormati Bunda Maria. Tempat ziarah yang serupa dengan Sendangsono.

Pada tahun 1966 umat menyampaikan gagasan mereka kepada pastor stasi, yaitu Pastor Hans Sondermeijer, SCJ. Namun ia belum menjawabnya secara serius. Ia menganjurkan agar umat merencanakan secara matang pembangunan gua itu. “Kita menyadari bahwa umat memang sering mempunyai rencana atau cita-cita, tetapi biasanya mereka cepat lupa,” kata Pastor Sondermeijer waktu itu. Lantas ia menganjurkan agar umat perlu terlebih dahulu menabung untuk biaya pembangunan gua.

Lama setelah itu tidak terjadi apa-apa. Namun hasrat umat belum padam juga. Tiga tahun kemudian, yaitu sekitar tahun 1969, umat membicarakan kembali maksud hati mereka kepada pastor. Dan sejak saat itu sungguh-sungguh dimulai rencana untuk membangun Gua Maria. Modal pertama yang mereka peroleh adalah 12 ekor kambing pemberian Mgr. Henrisoesanta. Kambing-kambing itu adalah hadiah dari umat kepada Bapak Uskup pada waktu pemberkatan Gereja Pajar Mataram. Ke-12 ekor kambing itu melambang 12 kring yang ada di Pajar Mataram pada awal terbentuknya Gereja di tempat ini. Hadiah-hadiah berupa kambing itu dikembalikan Bapak Uskup kepada umat untuk dijadikan modal pembangunan gua. Umat semakin bersemangat mengumpulkan dana demi segera terlaksana pembangunan gua. Pastor Sondermeijer tetap menyemangati umat dalam mengumpulkan dana. (Diambil dari Buku “Menimba Rahmat dari Gua Maria Pajar Mataram” – hal 2-4)

 

Akses Menuju Goa Maria Pajar Mataram Lampung

Bagi peziarah yang berasal dari luar Lampung, yang datang dari Pulau Jawa, bisa menggunakan kendaraan pribadi atau bus dari pelabuhan Bakauheni menuju arah Tanjung Karang. Dan sesampainya di bundaran Sukarno-Hatta kemudian belok kanan menuju Bandar Jaya, dan sesampai daerah Bandar Jaya belok ke kanan menuju arah Merapi.

Sementara bagi peziarah yang datang dari arah Palembang,  Jambi, hingga SUmatera Utara, dapat melewati jalur lintas Sumatera dari arah Palembangmenuju Kota Bumi, kemudian lanjut ke arah Bandar Jaya, dan sesampai daerah Bandar Jaya belok ke kiri menuju arah Merapi.

 

Kembali ke : Tempat Wisata di Lampung

 

Tag: , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: