RSS

MENGUNJUNGI SADE DESA SASAK DI PULAU LOMBOK

29 Mar

MENGUNJUNGI SADE, DESA SASAK DI PULAU LOMBOK

 

Sebenarnya, Desa Suku Sasak yang paling kuno adalah yang tinggal di Desa Bayan, di dekat kaki Gunung Rinjani, namun yang paling sering dikunjungi wisatawan adalah Desa Sade dan Desa Rembitan, di dekat Mataram.

DESA SADE

Desa Sade merupakan salah satu perkampungan Suku Sasak dengan bangunan yang masih sangat tradisional, dimana seluruh kerangka dan dinding bangunan terbuat dari kayu dan bilik bambu, dengan beratapkan alang-alang. Desa Sade terletak di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Untuk menemukan Desa Sade yang berjarak sekitar 30 km dari Ibukota Provinsi, Mataram, tidak lah sulit, karena kita tinggal menyusuri jalan raya Praya – Kuta.  Desa Sade berada di tepi jalan raya Praya – Kuta, dimana pada bagian luar Desa sudah terdapat papan nama besar bertulisan “Desa Sade”.

Jpeg
Papan Nama Dusun Sade ~ Suku Sasak

ASAL USUL ETNIS SASAK  

Menurut salah satu teori, asal-usul etnis Sasak di Pulau Lombok dapat dilacak dari kata sasak itu sendiri. Sasak secara etimologi, menurut Goris S., berasal dari kata sah yang berarti “pergi” dan shaka yang berarti “leluhur”.  Dengan begitu, sasak berarti “pergi ke tanah leluhur”. Dari etimologi ini diduga leluhur orang Sasak adalah orang Jawa; ini terbukti pula dari aksara Sasak yang oleh penduduk Lombok disebut “Jejawan”, yakni aksara Jawa, yang selengkapnya diresepsi oleh kesusastraan Sasak.

Bangunan Rumah di Desa Sade dibangun berbaris, dan yang paling menonjol dan khas Lombok adalah lumbung padi yang didirikan di atas empat tumpukan kayu dengan atap berbentuk topi terbuat dari alang-alang atau rumput gajah.  Masyarakat desa Sade tersebut memilih mengabaikan modernisai dunia luar dan lebih memilih untuk terus melestarikan tradisi lama mereka.  Seperti Perkampungan Suku Badui dan Suku Kampung Naga di Provinsi Banten.

Jpeg
Desa Sade, dengan Lumbung Padinya yang khas.

Jpeg
Anak tangga di Pemukiman Desa Sade, terbuat dari susunan batu alam

Sebagian besar suku sasak bekerja sebagai petani, sementara kaum perempuan lebih mahir menenun, memproduksi kain ikat Lombok yang indah.  Untuk mengenal lebih jauh mengenai Suku Sasak, Sahabat elora dapat mengunjungi blog ini : Wacana Nusantara

Jpeg Jpeg
Perempuan Sasak dari 2 generasi, sedang asyik menenun kain.

Jpeg Jpeg
Atas: alat untuk menenun.  Bawah: Kotak berisi Sirih Pinang

Jpeg
Hasil Tenunan, Menjadi Cinderamata yang Cantik ..

Demikian sahabat elora, sekilas mengenai DESA SADE, DESA SASAK DI PULAU LOMBOK, NUSA TENGGARA BARAT.  Semoga bermanfaat.

Trimakasih sudah berkunjung ke blog eloratour, jangan lupa tinggalin Like & Share ya Guys 🙂

Sampai ketemu di artikel selanjutnya : Upacara Perkawinan Suku Sasak

Salam Wisata  Indonesia

Sumber :

Photo by:  Yogya Wiragi, Karya2 lainnya dapat ditemui di http://anotherlastday.blogspot.com/

Artikel :

http://www.wacananusantara.org/sejarah-dan-tradisi-suku-sasak/
http://www.indonesia.travel/id/destination/478/LOMBOK,%20alluring%20island%20East%20of%20Bali%20/article/64/

Save

Save

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 29 Maret 2015 in WISATA NUSA TENGGARA BARAT

 

Tag: , , , , , , ,

2 responses to “MENGUNJUNGI SADE DESA SASAK DI PULAU LOMBOK

  1. paketwisatalombok

    29 April 2015 at 08.46

    bahas mengenai pulau lombok emang ga ada habisnya yaa ,buat artikel untuk wisata pantai dll dong

     
    • eloratour

      9 Mei 2015 at 08.38

      paketwisatalombok, iya Mas/Mba .. Indonesia memang kaya pesona, tiap daerah punya potensi bagus … semoga bisa dioptimalkan oleh stakeholder pariwisata.

      Iya Mas/Mba, nanti artikelnya akan dilengkapi, ini masih rintisan.
      Makasih kunjungannya 🙂

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: