RSS

MISTERI LINGKARAN PERI DI AFRIKA

12 Jul

MISTERI LINGKARAN PERI DI AFRIKA

 

Lingkaran Peri di Namibia 1Foto Lingkaran Peri, sumber : travel.detik.com

PENEMUAN LINGKARAN PERI DI PADANG GURUN AFRIKA SELATAN

Lingkaran Peri ditemukan di gurun yang membentang 1200 mil dari Angola melalui Namibia ke utara Afrika Selatan.  Lingkaran dengan bintik-bintik kemerahan berjumlah ribuan itu disebut sebagai fairy circle alias lingkaran peri. Nama ini adalah daya tarik bagi siapa saja yang ingin mencoba memecahkan misteri asal-usul mereka.  Lingkaran peri merupakan suatu lingkaran dengan jumlah yang sangat banyak. Diameter lingkarannya ada yang berukuran dari 3 meter sampai puluhan meter. Tiap lingkaran ada yang polanya berdekatan dengan jumlah puluhan dan juga ada yang saling terpisah jauh.

 

LINGKARAN PERI TERBENTUK OLEH API DARI NAFAS NAGA TANAH ?

Traveler yang sedang menjelajahi Namibia pasti dibikin geleng-geleng kepala oleh fenomena lingkaran peri. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, lingkaran peri terbentuk dari nafas naga yang hidup di bawah tanah. Nafas naga tersebut diyakini mengeluarkan api dan menggelembung ke permukaan tanah hingga terbakas dan berbekas lingkaran.

 

Lingkaran Peri di Afrika 2 Lingkaran Peri di Afrika 3
Foto Lingkaran Peri, sumber: uniqpost.com

BEBERAPA PENJELASAN ILMIAH TENTANG FENOMENA LINGKARAN PERI

Fenomena Alam bernama lingkaran peri yang pertama kali ditemukan masyarakat tahun 1970-an ini pun sudah lama mencuri perhatian para peneliti di dunia. Ada banyak hasil penelitian yang mengungkapkan kebenaran lingkaran peri, seperti lingkaran-lingkarannya disebabkan oleh rayap pasir atau psammotermes allocerus.  Rayap pasir diprediksi memakan akar rumput dan menghisap seluruh air di tanah sampai meninggalkan jejak lingkaran. Tapi, teori tersebut disebut dinilai belum memuaskan. Bagaimana bisa rayap pasir membentuk pola yang begitu banyak dan sedemikian teratur bentuk lingkarannya?

Dalam sebuah artikel di jurnal Science, Norbert Juergens, seorang profesor ekologi di Universitas Hamburg, mengatakan bahwa para rayap pasir bekerja layaknya berang-berang yang bisa membuat bendungan berukuran bear dan berkaitan langsung dengan intensitas perubahan lingkungan.  Tahun2012, seorang seorang ahli biologi di Universitas Negeri Florida merilis sebuah analisis foto udara dan satelit dan penelitian lainnya untuk menggambarkan jumlah, ukuran dan dinamika formasi lingkaran peri tersebut. Beberapa diantaranya memiliki ukuran kecil berdiameter 6 meter, dan lingkaran peri terbesar dapat tumbuh setidaknya 12 meter dan tidak pernah tumbuh jauh lebih besar. Diperkirakan bahwa lingkaran peri kecil memiliki rentang hidup rata-rata selama 24 tahun, yang lebih besar selama 75 tahun.

Dalam sebuah kritik, Dr Tschinkel mengatakan dahulu dia yakin hipotesis bahwa rayap adalah penyebab dari lingkaran peri, namun pada akhirnya dia mengaku gagal memecahkan misteri tersebut.Dan dia mengatakan bahwa : “Lembaran kertas penelitian oleh Dr Juergens telah membuat kesalahan ilmiah umum yaitu terdapat korelasi yang membingungkan (bahkan korelasi yang sangat kuat) dengan sebab-akibat.”

Para ilmuwan di Universitas Pretoria di Afrika Selatan juga telah menguji hipotesis gas alam seperti metana atau racun lain yang naik ke permukaan dan memusnahkan vegetasi di tempat tersebut. Tapi hasil hipotesis ini tidak meyakinkan. Akan tetapi, Dr Juergens sangat yakin dengan hipotesisnya dan mengatakan bahwa semua lingkaran yang dia dan rekannya periksa secara metodis lebih dari 40 kunjungan ke lapangan dalam 6 tahun terakhir memiliki 2 karakteristik mengatakan bahwasannya rayap P. allocerus ada di semua lingkaran peri Afrika, dan tanahnya sangat berpasir.

Guys,
Kita tunggu saja penjelasan ilmiah yang lebih logis dari fenomena unik Lingkarana Peri ini sambil keliling negeri sendiri Indonesia, negeri yang amat indah. 😀

 

 

 

Sumber :

  1. travel.detik.com
  2. uniqpost.com

 

Save

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Juli 2014 in Fenomena Alam

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: