RSS

DAFTAR TEMPAT WISATA KULINER DI YOGYAKARTA

05 Feb

 

Gudeg Kuliner Khas Jogja

Daerah Istimewa Yogyakarta atau sering disingkat Jogja, selain mempunyai Tempat Wisata Menawan juga memiliki Tempat Wisata Kuliner yang menggoda selera untuk mencicipinya.  Kuliner khas Jogja salah bukan hanya Gudeg.  Berikut ini Daftar Tempat Wisata kuliner Khas Jogja versi eloratour

 

DAFTAR TEMPAT KULINER KHAS JOGJA

 

ANGKRINGAN  “KOPI JOSS” LEK MAN (STASIUN TUGU)

Image

Yogyakarta melahirkan dan merawat tempat kuliner asyik bernama Angkringan.  Angkringan bisa ditemui hampir disetiap sudut kota Jogja.  Jika anda pernah belajar di ke Jogja, salah satu angkringan favorit yang banyak dituju adalah Angkringan Lek Man.  Letaknya yang strategis, pas disebelah utara Stasiun Tugu, mungkin salah satu alasan kenapa tempat ini jadi favorit banyak orang.

Angkringan Lek Man yang terletak di sebelah lor stasiun ini asik untuk dijadikan tempat berkumpul sambil ngobrol santai atau malah diskusi seru dengan tema-tema berat, baik para aktivis, rakyat jelata seperti para tukang becak, kaum terdidik seperti para  mahasiswa, komunitas cyber seperti blogger dan chatter, wartawan, seniman, budayawan, hingga para penjaja cinta bisa berbincang santai.

Kopi Jos Lek ManKopi Jos di Angkringan Lek Man.  Sumber Youthyakarta

Jika dari Malioboro, kita tinggal jalan ke utara melewati Stasiun Tugu, nanti akan ketemu jalan kecil ke arah barat (di sebelah kiri), dari situ  Angkringan Lek Man yang  bercirikan dua buah bakul yang dihubungkan dengan bambu, anglo dengan arang yang membara, serta deretan gelas yang ditata sudah kelihatan.

Soal duduk, boleh milih, mau duduk di bangku kayu atau lesehan di tikar di pinggir jalan.  Untuk minuman, “kopi joss” – yakni seduhan kopi yang diberi arang membara, sehingga berbunyi Joss – sebagai andalan cukup unik dan rasanya cukup menggoda, sehingga layak dicoba.  Tapi menurut lidah elora, teh manis hangat nya jauh lebih nikmat.  Untuk makanan, sepertinya tak beda dengan Angkringan yang lain.  Pas di lidah, dan pastinya bersahabat di kantong, …  ha ha 😀

.

SOTO SULUNG STASIUN TUGU

Warung Soto Sulung Stasiun Tugu. Sumber : di siniWarung Soto Sulung Stasiun Tugu. Sumber : di sini

Satu lagi kuliner disekitar Stasiun Tugu adalah Soto Sulung Stasiun Tugu.   Soto Sulung yang merupakan satu makanan khas Madura ini berisi daging sapi atau jeroan sapi seperti babat, usus, paru-paru dan hati dengan kuah yang pekat.

Warung soto yang didirikan sejak tahun 1968 oleh Bapak (alm.) Marjuddin, kini sudah memiliki beberapa cabang yang tersebar di penjuru Yogyakarta. Warung yang berlokasi di kios area parkir selatan Stasiun Tugu kini menjadi salah satu ikon kuliner di Yogyakarta dan selalu menjadi buruan bagi pecinta kuliner.

ImageMenu tambahan Warung Soto Sulung Stasiun Tugu. Sumber : di sini

Soto Sulung Stasiun Tugu. Sumber : di sini

Daging dan jeroan yang menjadi isian dari Soto Sulung Stasiun Tugu  berbeda dengan soto-soto di tempat lain. Rahasianya adalah dengan dua kali pengolahan, sehingga dagingnya terasa empuk, tidak amis dan bumbu meresap sempurna.

Jeroan yang jadi isian di soto campur tidak berbau dan empuk, kelezatannya sama dengan soto daging itu sendiri. Kuah sotonya yang pekat dan bumbunya yang kuat terasa, membuat soto sulung ini begitu lezat di lidah kita. Kuah hangatnya yang sangat kaya rasa, dengan perasan jeruk nipis dan sambal yang dibuat encer, rasa dari soto ini terasa semakin nikmat. Soto ini juga dilengkapi dengan dengan potongan telur rebus yang membuat isiannya makin mak-nyusss

.

GADO-GADO BU HADI PASAR BERING HARJO

Pasar Bering Harjo berada di sebelah Mall Malioboro, tak jauh dari Stasiun Tugu.  Kalau kebetulan berada disekitar situ, dan merasa lapar, Warung gado-gado Bu Hadi merupakan pilihan yang pas.  Warung gado-gado ini cukup terkenal, dan sudah pernah di review oleh beberapa media cetak atau elektronik. Bahkan pernah diliput dalam program acara kuliner di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia beberapa tahun lalu.

Selain karena memang rasanya yang enak, ditambah ulasan dari beberapa media, membuat warung gado-gado Bu Hadi yang sudah berdiri sejak tahun 1952 ini semakin laris dan terkenal. Yang membedakan gado-gado Bu Hadi, selain memang rasanya, juga porsi gado-gadonya yang disajikan lebih banyak dari porsi rata-rata gado-gado yang dijual di tempat lain.  Warung gado-gado Bu Hadi bisa dikatakan sebagai cikal bakal warung gado-gado di wilayah Jogja.

Satu porsi gado-gado terdiri dari kol, tauge, daun selada, tomat, timun, tahu, telur rebus, kentang rebus, kerupuk udang, emping, yang disiram dengan bumbu kacang yang digiling lembut. Untuk minuman, kita juga bisa memesan wedang secang, es jeruk, dan yang spesial sebagai minuman andalan adalah Es Kopyor. Kini warung Gado-gado Bu Hadi memiliki beberapa cabang, antara lain di Malioboro Mall atau Ramai Mall.

.

NASI GORENG BERINGHARJO

Nasi Goreng Bringharjo. Sumber : di sini

Sebelum penghujung tahun 2004, tepatnya sebelum ada pembersihan pedagang kaki lima di wilayah Beringharjo, Gerai Nasi Goreng Beringharjo ini berada  di pertigaan menuju kawasan Shopping yang kini dirombak menjadi Taman Pintar, Taman Budaya Yogyakarta dan Pusat Penjualan Buku.  Saat ini lokasinya di Jalan Mataram, tepat di pertigaan ketiga sebelah kiri jalan yang menuju ke pasar bersejarah di Yogyakarta itu.

Nasi goreng Beringharjo yang berdiri sejak tahun 1960an ini menawarkan beberapa variasi nasi goreng, mulai nasi goreng ayam, nasi goreng sea food, nasi goreng kambing, dan nasi  goreng pete.   Ada dua jenis daging yang bisa dipilih sebagai pelkengkap, daging ayam dan daging babi.  Sekali masak, penjual bisa menuangkan nasi sebanyak setengah bakul di wajan super besar yang telah diisi oleh bumbu khusus.

Disebut bumbu khusus karena ia tak lagi meracik di tempat penjualan, tetapi sudah dalam bentuk campuran yang siap untuk melezatkan nasi goreng.  Sementara, daging ayam atau babi ditambahkan pada saat nasi goreng telah ditaruh dalam piring.  Selain itu, ditambahkan pula beberapa iris tomat, kol, daun seledri, telur dadar bulat dan acar sebagai pelengkap. Karena lezat, banyak pengunjung memesan nasi goreng beringharjo dalam porsi yang lebih besar, mulai dari 1,5 hingga 2 porsi langsung untuk satu orang.

 

LOTEK DAN GADO-GADO BU NING TAMAN SISWA

Lotek dan gado gado Bu Ning. Sumber : di sini

Pemilik nama lengkap Sawijiningsih ini bisa dikatakan sebagaiu salah satu legenda di dunia per-lotek-an dan dan per-gado-gado-an di Jogjakarta. Usaha kulirnya dirintis sejak tahun 1983.   Saat masuk ke Warung Lotek dan gado-gado Bu Ning kita akan langsung melihat tiga cobek besar berdiameter sekitar 80 cm, diletakkan berjajar.

Dengan cobek-cobek besar itulah Bu Ning dibantu oleh para karyawannya mengulek bumbu kacang dan meracik lotek dan gado-gado Bu Ning pesanan para pelanggan. Dengan cobek besar itu Bu Ning bisa membuat 5-10 porsi lotek atau gado-gado sekali buat.  Maklum, di saat jam makan siang pelanggan akan ramai berdatangan, sehingga perlu siasat agar pelanggan tidak menunggu pesanan terlalu lama.

Meski dibuat dalam porsi besar, tak perlu khawatir Anda akan kehilangan cita rasanya.  Rasa lotek dan gado-gado Bu Ning tetap juara.  Rebusan bayam, kol, tauge, dan bahan lainnya direbus sempurna. Bumbu kacang yang diulek halus berpadu dengan sayuran sehingga menambah nikmat lotek Bu Ning. Begitu pun dengan gado-gadonya. Kesegaran sayuran yang dipakai untuk bahan lotek dan gado-gado Bu Ning selalu terjaga.  Tak heran sampai sekarang warungnya masih dibanjiri para penikmat kuliner.

                                           

WARUNG YS SIDO SEMI MBOK MUL (KOTA GEDE)

Warung Ys Sido Semi Mbok Mul. Sumber : di sini

Warung Ys Sidosemi Mbok Mul adalah satu warung Es yang terletak di Jl. Canteng, Kotagede, Yogyakarta, hanya beberapa meter dari Masjid Mataram Kota Gede, percaya atu tidak sudah berdiri sejak tahun 1957.  Warung Ys Sidosemi Mbok Mul hingga saat ini tetap mempertahankan suasana tempoe-doeloe.   Tata ruang di warung es Sidosemi Mbok Mul ini sangat khas, dilengkapi dingklik dan lincak, meja kayu besar, stoples-stoples jadul, lukisan di dinding, aksara jawa di sablak yang bergantungan, juga jajaran botol Sarsaparila sebagai pemisah antara dapur dan tempat makan membuat warung ini terasa sangat antik.

Melihat menu yang terpampang di bagian timur warung, membuat kita seolah dilempar ke tahun ‘50an.  Di sana masih terlihat jelas daftar menu dengan ejaan lama bercampur ejaan yang disempurnakan dengan daftar harga menggunakan sen. Contoh,  ys soklat (Ys dibaca es) 1,5 sen. Penempatan datar menu yang seperti itu yang membuat menu-menu di Sido Semi terlihat nyentrik.

Menu-menu itu tak banyak berubah, es kacang ijo masih menjadi andalan Warung Ys Sido Semi Mbok Mul. Es yang terdiri dari campuran kacang ijo, tape ketan putih, santan, dengan siraman gula jawa memberikan rasa khusus. Yang spesial dari es kacang ijo ini adalah rasa jahenya yang membuat hangat tenggorokan. Ada pula es campur yang terdiri dari buah-buahan dan tape. Es campur ini dibagi menjadi dua varian, es buah dan es coklat. Es buah terdiri dari nangka, nanas, camcau, kolang-kaling, cendol, dan tape yang ditambahi es serut dengan siraman sirup merah menjadikan rasa es ini lekat dengan kesegaran buah-buahan. Sedangkan es coklat, sedikit sama dengan isian es buah, tapi yang membuatnya sangat khas adalah rasa tape yang memanjakan tenggorokan.

Selain es yang menjadi ciri khas dari Sido Semi MBok Mul, warung ini juga menyediakan bakso yang tak kalah unik.  Alih-alih menggunakan sum-sum sapi sebagai penambah rasa,  Bakso Mbok Mul justru menggunakan empal. Masih menggunakan resep bakso original buatan Mbah Mul — panggilan pendiri Warung bernama lengkap Dalijan Mulyo Hartono, yang sudah ada sejak jaman Soeharto mulai berkuasa.  Kuah baksonya yang enak membuat lidah kita seolah memaksa mulut untuk terus menyeruputnya sampai tandas.

Fasilitas unik warung ini, bila cuaca sedang panas-panasnya, ada beberapa kipas sate yang bisa digunakan untuk menyejukkan badan. Menyediakan kipas sate bagi pengunjung merupakan hal unik, yang membuat Sido Semi dicintai pelanggannya. Bila musim penghujan tiba, ada beberapa minuman hangat seperti tape hangat, campuran tape dengan sirup merah, dan jeruk hangat yang keunikannya terdapat pada kolang-kaling serta nanas yang ditambahkan di dalamnya.

 

SEGO ABANG LOMBOK IJO MBAH JIRAK GUNUNG KIDUL

Sego Abang Lombok Ijo Mbah Jirak. Sumber : di sini

Sego Abang Mbah Jirak, rumah makan yang sudah terkenal di kalangan para pelancong, bahkan bisa dibilang sudah legendaris. Pada dinding-dinding yang berbahan gedhek dan kayu, terpasang foto-foto orang penting negeri ini, mulai dari Mantan Presiden Megawati sampai Sultan Hamengku Buwono X, sedang  menyantap hidangan Sego Abang dengan gembira.

Seogo Abang Lombok Ijo. Sumber : di sini

Seogo Abang Lombok Ijo. Sumber : di sini

Hidangan datang, diantar langsung ke hadapan para pengunjung yang duduk di atas lincak.  Para pengunjung duduk lesehan di atas lincak tersebut.  Hidangan lengkap yang menggugah selera di Warung Sego Abang Mbah Jirak, terdiri dari: nasi merah, ayam goreng, wader goreng, empal, usus goreng, dan yang khas Gunung Kidul tentu saja lombok ijo dan trancam.

Nasi di Rumah Makan Sego Abang Mbah Jirak hangat dan empuk, lauknya lezat berpadu dengan sayur lombok ijo yang gurih dan segar menghadirkan pengalaman kuliner yang berkesan. Rahasia dibalik nikmatnya nasi merah yang legendaris ini adalah : semua proses — mulai dari pengambilan padi sampai dimasak jadi nasi – masih dilakukan secara tradisional.  Beras merah berasal dari padi gogo, yakni ditanam di lahan kering — bukan sawah.

 

SATE PAK TURUT GUNUNG KIDUL

Sate Pak Turut. Sumber : di sini

Satu lagi kuliner yang ada di Gunung Kidul adalah Sate Pak TurutLokasinya di Desa Karang Mojo, dekat alun-alun Wonosari.  Warung Sate Kambing Pak Turut punya ciri khusus, yakni pikulan menghias beranda warung, mempertegas bahwa ini adalah warung sate.

Sate Kambing Pak Turut adalah sate paling terkenal di Gunungkidul, konon sudah berdiri lebih dari seperempat abad lalu.  Empuknya daging kambing muda berbumbu gulai dilengkapi beragam bumbu rempah hasil kreasi Pak Turut, sukses menjadikan sate kambingnya nomor satu di Gunungkidul.  Pak Turut sendiri sudah meninggal, dan usahanya diteruskan oleh anak-anaknya.

 

OSENG-OSENG MERCON BU NARTI KAUMAN

Oseng oseng Mercon Bu Narti. Sumber : di sini

Berani coba makan sambil lesehan, yang bisa bikin ngos-ngosan bahkan keluar air mata ?  Kalau pencernaan prima, silahkan datang ke Kauman, Yogyakarta.   Oseng-oseng Mercon Bu Narti akan memberikan sensasi itu … he he :D.

Oseng-oseng Mercon Bu Narti, makanan kreasi dari Bu Narti ini kini telah menjadi kuliner khas Yogyakarta. Berdiri sejak tahun 1998 saat negara ini sedang dilanda krisis ekonomi, demi meneruskan hidup setelah ditinggal mati sang suami. Kondang hingga ke berbagai kota, menarik setiap pejalan untuk mencoba.  Berani ?  😀

.

SENTRA GUDEG WIJILAN DAN BAREK

Seperti halnya Angkringan, Gudeg dapat ditemukan di hampir setiap sudut kota Jogja. Namun kawasan Wijilan dan Barek lah yang paling kondang sebagai sentra gudeg. Wijilan berada tidak jauh dari kompleks Kraton Yogyakarta, hanya 10 menit berjalan kaki atau dengan naik becak.

Mungkin bagi kebanyakan orang yang awam, gudeg hanyalah gudeg, hanya ada satu macam pengolahan dan penyajian. Namun sebenarnya ada 3 jenis gudeg yang berbeda; gudeg basah, gudeg kering, dan gudeg manggar. Gudeg basah disajikan dengan kuah santan nyemek yang gurih dan banyak diburu untuk menu sarapan pagi. Gudeg jenis ini dapat ditemukan di sepanjang Jalan Kaliurang kawasan Barek, Gudeg Batas Kota yang ada di Jl. Adisucipto — depan Saphir Square, atau mbok-mbok penjual gudeg di pasar-pasar tradisional.

Gudeg kering dimasak dalam waktu yang lebih lama hingga kuahnya mengering dan warnanya lebih kecoklatan. Rasanya juga lebih manis. Gudeg jenis ini bisa tahan hingga 24 jam atau bahkan lebih jika dimasukkan ke dalam lemari es, sehingga banyak diburu orang sebagai oleh-oleh. Biasanya penjual mengemasnya dalam kardus, besek (anyaman bambu) atau kendil tanah liat.

Selain gudeg nangka muda, Jogja juga memiliki gudeg manggar. Manggar adalah bunga kelapa, jika dimasak gudeg menghasilkan sensasi kelezatan tersendiri pada sajian kuliner ini. Bunganya terasa renyah, sementara tangkainya sekilas memiliki rasa mirip jamur tiram. Semakin terbatasnya suplai manggar menyebabkan kuliner ini semakin sulit ditemukan. Beberapa penjual terpaksa menutup warung dan hanya melayani pemesanan saja. Hanya beberapa tempat yang masih bertahan seperti beberapa kawasan di daerah Bantul dan Warung Makan Mbok Brewok di Jl. Parangtritis km.7.  elora sendiri baru sekali mencicipi Gudeg Manggar, itupun bukan di Jogja, melainkan di Rumah Makan (namanya lupa) yang terletak di pinggir jalan antara Magelang – Ambarawa.

Diawali oleh Bu Slamet yang mulai berjualan sejak tahun 1946, kini ada belasan warung gudeg  berderet memenuhi sisi Jl. Wijilan. Kita bisa memilih gudeg sesuai dengan selera. Gudeg Yu Djum di Jl. Wijilan 31, misalnya, menyajikan gudeg kering dengan rasa manis khas masakan Jogja. Kreceknya diiris kecil kemudian dimasak menjadi sambal goreng kering berwarna kekuningan. Jika menginginkan gudeg yang tidak terlalu manis, Anda bisa bertandang ke Gudeg Bu Slamet,  di Jl. Wijilan 17.  Rata-rata warung gudeg di Wijilan buka dari jam 5.30 pagi hingga jam 8 malam, kecuali Gudeg Bu Tarto yang ada di Jl. Wijilan 15, buka 24 jam.

Di belahan utara Yogyakarta, tepatnya di Barek, setiap subuh, penjual gudeg berderet di pinggir jalan di sebelah utara kawasan Kampus UGM. Ketika pagi mulai menjelang dan pedagang-pedagang ini sudah mengemasi dagangannya, masih bisa hunting ke warung gudeg Bu Ahmad di  Jl. Kaliurang km 4,5, yang kondang hingga kalangan artis dan pejabat.  Didekat situ ada Gudeg Yu Djum , tepatnya di  Jl. Kaliurang Km 4,5 Karang asem CT III/22, gudeg Yu Narni, Jl. Kaliurang km 4,5 Karangasem CT III/19, atau Bu Tini yang buka hingga malam. Warung-warung ini juga memberikan kesempatan bagi pengunjung  yang ingin melihat secara langsung proses memasak gudeg.

 

THIWUL YU TUM GUNUNG KIDUL

Thiwul Yu Tum. Sumber : di sini

Thiwul pernah menjadi makanan pokok Gunungkidul di era penjajahan Jepang sebagai pengganti beras yang sulit didapat. Sifatnya yang mengembang ketika sampai di perut membuat si penyantap menjadi cepat kenyang, hal itu menguntungkan di jaman penjajahan yang situasinya serba susah.  Singkong, tanaman bahan baku thiwul, konon berasal dari Brazil, diperkenalkan oleh orang Portugis ke Nusantara di sekitar abad 16, dan ternyata cocok ditanam di Gunungkidul yang tandus.

Kini, thiwul bukan lagi makanan pokok masyarakat Gunungkidul, tapi sudah bergeser jadi  kudapan atau jajanan pasar. Salah satu penjual thiwul yang legendaris adalah Bu Tumirah, atau biasa dipanggil Yu Tum.   Sudah sejak tahun 1985 Yu Tum berjualan  thiwul, awalnya berjualan keliling kampung.  Seiring waktu, apalagi usia  Yu Tum semakin sepuh menyulitkannya untuk berjualan keliling, mulailah ia mendirikan warung.  Di usianya sekitar 60 tahun ini telah mempunyai 3 warung, yang kini ditangani oleh menantunya.

Gerai Thiwul Yuk Tum sekaligus dapur utamanya terletak di Jalan Pramuka no.36, sebelah Balai Desa Wonosari.  Tekstur pulen dan lembut, ditambah inovasi bermacam rasa, membuat thiwul tak lagi jadi makanan kelas dua.  Statusnya berubah, yang semula menjadi makanan jaman penjajahan, kini menjadi buruan wisatawan.

Selain thiwul, Yu Tum juga mengolah ketela menjadi beberapa makanan lain. Sebut saja gathot, keripik, dan yang terbaru adalah gethuk goreng. Tersedia pula thiwul instan yang bisa dikukus sendiri di rumah. Kemampuan penduduk Gunungkidul mengolah hasil buminya memang luar bisa. Meskipun cenderung tandus dan sulit ditanami, terbukti tetap menghasilkan makan lezat nan bergizi.

 

Demikian artikel eloratour DAFTAR TEMPAT WISATA KULINER DI YOGYAKARTA, semoga bermanfaat.

Trimakasih sudah berkunjung di blog kami guys, bantu like dan sharenya ya 😀

Artikel Selanjutnya  :DAFTAR DESTINASI WISATA PANTAI DI YOGYAKARTA

 

 

 

Sumber :
http:// neverstars.blogspot. com/2013/12/menikmati-malam-di-yogyakarta-bersama.html
http:// www. kangenjogja. com/angkringan-lik-man-angkringan-legendaris
www. travellers. web.id
news. bestprofit-futures. info
http:// paradisoajib.blogspot. com/2011/09/warung-ys-sido-semi-kota-gede.html
http:// masipoeng.wordpress. com/2011/03/23/sego-abang-lombok-ijo-jirak-gunungkidul/
pohonkusepisendiri. blogspot. com/2009/12/nikmatnya-sego-abang-warung-makan.html
http:// www. jogjanyam. com/oseng-oseng-mercon-bu-narti-kh-ahmad-dahlan/
http:// jogjalogica. blogspot.com/2012/09/gudeg.html
http:// her5onegunkid. blogspot. com/2012/06/yu-tum-adalah-merek-tiwul-asal-wonosari.html
http:// kotajogja. com/kuliner
http:// www. yogyes. com/id/yogyakarta-tourism-object/traditional-culinary/

 

 

Save

Save

Save

Save

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 Februari 2014 in WISATA YOGYAKARTA

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: